Rektor IAIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta, Prof Dr. HM Amin Abdullah menyatakan, perubahan nama IAIN Suka menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, baru akan terealisasi pada 2005 mendatang. Sebab untuk perubahan institut menjadi universitas, membutuhkan waktu lama, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM).

“Kalau prosesnya lancar, maka dua hingga tiga tahun baru akan terealisasi. Tapi yang jelas, Senat IAIN Suka sudah setuju terhadap perubahan nama tersebut,” jelas Rektor IAIN Suka Prof Dr HM Amin Abdullah kepada Bernas di ruang kerjanya, Rabu (23/1).

Menurut Amin Abdullah, proses menuju perubahan nama dari institut menjadi universitas, sudah dipersiapkan sejak 1989 dengan berbagai pertimbangan akademik dan sosiologisnya. “Jadi sekarang ini IAIN Suka terus melakukan kajian-kajian dengan perguruan tinggi lainnya, termasuk menjalin kerja sama,” jelasnya.

Sedangkan kendala yang dihadapi, menurut Amin Abdullah yang baru dilantik menjadi Rektor IAIN Suka pada Desember 2001 lalu, adalah SDM yang harus dipersiapkan sejak dini, serta pendukung lainnya. Meskipun sekarang iniĀ  IAIN Suka sudah menyekolahkan dosennya ke program S2, baik untuk program pendidikan sosiologi, psikologi, sejarah, antropologi, ekonomi, matematika, biologi dan kimia.

Selain itu, IAIN Suka harus membicarakan dengan Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) Depag dan instansi lain yang berkaitan dengan perubahan tersebut. “Yang jelas, tenaga dosen harus sesuai dengan persyaratan dan standar yang telah ditetapkan Diknas,” ujarnya.

Meskipun IAIN Suka nanti berubah menjadi universitas, maka program studi keagamaan (Islam) tetap menjadi unggulan. Dengan demikian, masyarakat khususnya tidak perlu merasa khawatir terhndap perubahan tersebut. Karena lima fakultas yang sudah ada, tetap menjadi andalan di IAIN Suka.

Sebenarnya, perubahan nama IAIN Suka menjadi universitas, sudah melalui pemikiran ke depan melalui Senat IAIN yang kini memasuki usia 50 tahun. Lalu setelah 50 tahun ke depan, dan tantangan IAIN Suka yang harus dihadapi, diantaranya adalah pengembangan dengan perubahan nama, serta yang sudah ada terus dilakukan pembenahan.

“Untuk bisa berkompetisi ke depan inilah, nampaknya sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi IAIN Suka, terutama mengembangkan fasilitas dan pengetahuan tentang eksakta dan sosial yang harus dikembangkan,” tambah Amin Abdullah. (als)

BERNAS, KAMIS KLIWON 24 JANUARI 2002