Gondokusuman, Bernas
Sebagian kalangan boleh pesimis kalau IAIN Sunan Kalijaga akan kesulitan untuk berubah dari perguruan tinggi berlevel institut menjadi universitas. Namun perlu diketahui sejauh ini pihak rektorat telah melakukan beberapa upaya konkrit demi persiapan ke arah perubahan itu.

Salah satu kemajuan yang signifikan adalah telah disetujuinya proposal transformasi lAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) oleh tiga pihak yang paling berkompeten. Ketiganya adalah Menteri Agama, Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) dan Islamic Development Bank (IDB).

Untuk keperluan itu, pada akhir Maret mendatang utusan dari IDB selaku pemberi donor akan melakukan uji lapangan ke IAIN Suka. “Rencana perubah an itu kira-kira akan dilakukan pada akhir 2004,” ungkap Ketua Tim Tranformasi IAIN Dr Akh Minhaji yang juga Pembantu Rektor (PR) I IAIN, kepada Bernas, Rabu (20/2).

Upaya lain yang ditempuh adalah penambahan empat fakultas. Dikatakan Minhaji, pada September 2004, IAIN akan mulai meneima mahasiswa untuk empat fakultas baru, yaitu Ekonomi, Psikologi, Fisipol dan Teknik. Selain itu, dalam waktu dekat akan mulai dilakukan pembangunan sarana dan prasarana fisik.

Bagaimana dengan nasib Fakultas Agama Islam (FAI) nantinya? Banyak kalanya menghawatirkan nasib ‘fakultas akhirat’ ini nantinya akan dikesampingkan. Karena civitas akademika dan orang luar akan melihat FAI sebagai fakultas yang tidak bergengsi.

Menjawab ini, Minhaji menyatakan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. “Kita tidak ingin mengalami nasib seperti beberapa perguruan tinggi Islam swasta, dimana FAI menempati posisi marginal. Kita ingin FAI tetap dikembangkan sehingga tetap menjadi fakultas unggulan setelah IAIN berubah menjadi UIN nantinya,” katanya.

Mengenai nama, Minhaji masih dipertimbangkan apakah tetap akan memakai nama Sunan Kalijaga menjadi UIN Sunan Kalijaga apa dicari nama lain. “Soal nama ini kita belum final. Kita masih tens melakukan pembicaaan intensif,” ungkapnya.

Dikatakan Minhaji, pengembangan IAIN menjadi UIN itu merupakan bagian upaya lembaga pendidikan Islam negeri itu untuk memberikan sumbangsih yang lebih besar kepada masyarakat. Realitas bangsa Indonesia yang memiliki warga negara mayoritas beragama Islam, merupakan tantangan tersendiri bagi IAIN yang berlabel Islam untuk memberikan tawaran pemecahan berbagai persoalan. (cr9)

BERNAS KAMIS PON 21 FEBRUARI 2002