Gondokusuman, Bernas
Rencana perubahan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) terus mengundang perdebatan. Kalangan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) menyatakan dukungannya atas rencana itu, hanya saja disertai syarat agar UIN nantinya tidak menjadi kampus kapitalis.

“Setelah jadi universitas, harapan kita sebagai mahasiswa ya jangan SPP nantinya menjadi mahal. Kita mungkin sudah tidak merasakan, tetapi kasihan generasi kita nanti,”ungkap Presiden Mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga Kholilul Rohman Ahmad alias Maman, kepada Bernas, di kampus setempat, Senin (11/3).

Yang dimaksud bukan kampus kapitalis, menurutnya, bahwa UIN tidak menjadikan mahasiswa sebagai satu-satunya obyek pencarian dana bagi kelangsungan pendidikan. UIN perlu mencari sumber dana lain selain mahasiswa, agar mahasiswa tidak menjadi korban perubahan itu.

UIN tetap harus ngemong mahasiswanya yang kebanyakan berasal dari kalangan ekonomi lemah. Jangan sampai UIN nanti menjadi elitis dan hanya didominasi kalangan berduit saja. Apalagi selama ini IAIN sudah identik dengan masyarakat pedesaan.

Selain itu, Maman mengharapkan agar UIN tidak kehilangan identitas sebagai kampus yang bernuansa agama Islam. Hal ini direpresentasikan dengan keberadaan 5 fakultas yang ada.

“Maksudnya, 5 fakultas yang ada sekarang ini nanti jangan digabung menjadi satu fakultas saja. Fakultas Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin, Dakwah dan Adah yang selama ini sudah menjadi  trade mark IAIN, tetap harus dipertahankan,” katanya.

Maman khawatir, bila berubah menjadi UIN dan 5 fakultas itu digabung menjadi satu Fakultas Agama Islam (FAI), maka akan menjadi fakultas nomor dua. Pengalaman ini pernah dialami UII yang menempatkan FAI sebagai fakultas marginal.

Pada saat yang sama, lanjut Maman, UIN harus mampu menjadi corong transformasi nilai-nilai keislaman yang humanis. UIN dengan label Islamnya perlu menjadi salah satu pelopor utama internalisasi kesadaran nilai-nilai Islam yang inklusif di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

“Ini merupakan tanggung jawab yang tidak main-main. Sangat lucu bila UIN nanti malah didominasi wacana Islam yang formalis dan simbolik. Makna Islam rahmatan lil almin seharusnya menjadi PR utama bagi UIN untuk menerjemahkannya dalam kehidupan berbangsa dan bemegara,” usul Maman.

Rencana perubahan IAIN menjadi UIN sedang ditangani secara serius. Menurut rencananya, untuk tahap awal IAIN sedang mempersiapkan 4 fakultas baru selain fakultas agama, yaitu Psikologi, Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi dan Teknik. Pembangunan sarana fisik akan dimulai pertengahan tahun ini.(idy)

BERNAS, RABU PON 13 MARET 2002