Gondokusuman, Bernas
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Depertemen Agama (Depag), Prof Dr H Faisal Ismail MA menyatakan, rencana pembangunan kampus terpadu IAIN Suka (Sunan Kalijaga) Yogyakarta, harus segera direalisasaikan. Bahkan Depag akan memperjuangkan rencana pengembangan kampus IAIN Suka, karena kampus tersebut merupakan perguruan tinggi Islam tertua di Indonesia.

“Depag akan mendukung rencana IAIN Suka membangun kampus terpadu yang memadai, baik segi sarana maupun prasarana pendidikannya. Paling tidak, menyamai IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, syukur bisa melebihi,” jelas Sekjen Depag, Prof Dr H Faisal Ismail MA pada rapat kerja (Raker) tentang penyusunan rencana strategis (Renstra) IAIN Suka, di ruang rapat IAIN Suka Yogyakarta, Selasa (23/4).

Selain Sekjen Depag, hadir dalam Raker tentang Renstra IAIN Suka, Inspektorat Jenderal (Irjen) Depag, Drs H Muchtar Zarkasih, Kakanwil Depag DIY Drs H Sudiono, Rektor IAIN Suka Prof Dr HM Amin Abdullah, dan para pejabat di lingkungan IAIN Suka. Sedangkan Raker Renstra IAIN Suka yang berlangsung dua hari tersebut, diikuti 19 unit kerja di IAIN Suka.

Menurut Faisal Ismail dalam pengembangan kampus terpadu IAIN Suka, juga akan dikembangkan program-program untuk mendukung pengembangan kampus IAIN Suka tersebut. Bahkan rencana tersebut, akan diperjuangkan untuk dapat terealisasi, terutama membangun sarana dan prasarana pendidikan, sehingga dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun mendatang, IAIN Suka sudah berkembang lebih baik.

Dalam program pembangunan nasional (Propenas), ada beberapa program yang dikembangkan, antara lain memanfaatkan fungsi agama sebagai landasan moral, meningkatkan kualitas agama dengan sistem pendidikan, mengedepankan kehidupan beragama dan pelaksanaan pendidikan agar tidak terdoktrinasi, serta meningkatkan aspek kehidupan beragama.

Sementara itu, Rektor IAIN Suka Yogyakarta, Prof Dr HM. Amin Abdullah menyatakan, Renstra IAIN Suka merupakan pijakan dalam melaksanakan program kerja. Untuk itu, dengan Renstra ini akan dapat meningkatkan dalam perkembangan IAIN Suka kedepan, karena dalam Renstra sudah program yang harus dilaksanakan.

“Diharapkan, dengan Renstra ini, dapat meningkatkan kinerja dalam pengembangan IAIN Suka ke depan agar bisa lebih baik. Maka dalam menyusun Renstra ini, harus ada masukan dan kritikan demi kemajuan dan pengembangan IAIN Suka ke depan,” tegas Rektor IAIN Suka Prof Dr HM Amin Abdullah.

Jika di IAIN Suka selama ini tidak ada internal networking, maka dengan Renstra ini akan dapatdimanfaatkan secara baik bagi kalangan civitas akademika di IAIN Suka, terutama rencana pengembangan IAIN ke depan untuk lebih baik. “Yang jelas, Renstra akan menitikberatkan pengembangan 5 tahun ke depan,” tambahnya. (als)

BERNAS, RABU KLIWON 24 APRIL 2002