Gondokusuman, Bernas
Rencana perubahan Insitut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga (IAIN Suka) Yogyakarta menjadi Universitas Islam Negeri terus ramai diperbincangkan, khususnya civitas akademika kampus yang beralamat di Jalan Laksda Adi Sucipto No 1, Yogyakarta.

Dalam diskusi mengenai hal tersebut yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Sunan Kalijaga, Rabu (29/5), Rektor Prof Dr Amin Abdullah menjelaskan, rencana perubahan itu telah direncanakan dan dipersiapkan sejak lama.

“Sejak 1997-1998, kita sudah memikirkan hal ini, yaitu dengan menyekolahkan para dosen ke jenjang strata 2,” ungkap Amin yang sebelum menjadi rektor menggantikan Prof Dr Atho’ Mudzhar, menjabat Pembantu Rektor I.

Menurutnya, perubahan ke UIN setidaknya dilatari dua pertimbangan utama, yaitu pertimbangan historis dan strategis. Secara historis IAIN Sunan Kalijaga merupakan IAIN tertua yang telah menghasilkan banyak tokoh terkemuka dan pejabat. Untuk itu IAIN perlu berbenah agar tetap bisa menghasilkan orang besar.

Dilihat dari sisi strategis, perubahan IAIN menjadi UIN, lanjutnya, berangkat dari pemikiran bahwa IAIN harus berkembang. Sehingga penekanan atas perubahan itu sebenamya terletak pada pengembangannya. Menurutnya institusi manapun akan mati kalau tidak melakukan pengembangan diri.

Ditambahkannya, ke depan pengembangan IAIN tidak semata menyangkut fisik tetapi juga keilmuan. Pembangunan fisik dimaksudkan agar IAIN memiliki kampus yang representatif. Amin berencana membangun asrama mahasiswa yang tidak ala kadarnya seperti sekerang ini dan mengadakan ruang pertemuan yang humanis bagi mahasiswa.

Pengembangan IAIN, katanya, juga didasarkan pada skup internasional, nasional maupun lokal. Dari segi internasional IAIN perlu belajar dari perguruan tinggi di luar negeri. Dalam skala nasional, IAIN Sunan Kalijaga perlu membandingkan dengan perguruan tinggi lain, terutama IAIN Jakarta yang telah dulu berubah menjadi UIN.

“Kemudian dari dalam skup regional Yogyakarta, kita perlu menyadari bahwa disekitar IAIN terdapat puluhan PT. Kalau kita amati PT ini berkembang cukup pesat, dan semuanya memiliki banyak mahasiswa. IAIN juga harus merespon perkembangan ini harapnya.

Pembantu Rektor I IAIN Sunan Kalijaga Dr Akh Minhaji MA menjelaskan, dari sisi fisik pengembangan dimaksudkan agar IAIN benar-benar menjadi kampus bukan kampung. Untuk itu akan dilakukan berbagai upaya penertiban agar kampus dapat tertata dengan baik, sehingga kondusif bagi proses belajar. (idy)

Bernas, Kamis Legi, 30 Mei 2002