Hamdan Daulay, Dosen Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

KEGERSANGAN spiritual di tengah masyarakat dewasa ini tampaknya semakin memprihatinkan. Tragedi kerusakan moral yang semakin melanda umat Islam terkadang bisa membuat hati bergetar. Kebrutalan, kesadisan, pembunuhan sesama manusia, hingga praktik korupsi semakin merajalela. Peradaban yang muncul sepertinya kembali ke zaman pra sejarah yang menganut hukum homo homini lupus, yakni manusia yang satu menjadi mangsa bagimanusia yang lain. Ini berarti nilai-nilai agama yang begitu agung telah tercerabut dari akarnya. Walaupun agama masih diakui sebagai dogma, tapi itu nampaknya hanya tertulis indah dalam kitab suci. Sedangkan dalam realitanya umat beragama tidak lagi begitu taat pada ajaran agama yang begitu luhur itu.

Agama sebagaimana didefinisikan Rolan Robertson dalam buku Agama Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis, adalah seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib, khususnya dengan tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya.

Lalu mengapa manusia dewasa ini semakin kehilangan kontrol agama, yang mengakibatkan timbulnya berbagai tragedi kemanusiaan yang memilukan. Padahal di sisi lain kita melihat bahwa agama di tengah masyarakat juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tempat-tempat ibadah, pengajian, buku-buku agama dan kaset-kaset dakwah terus mengalami perkembangan.

Keberagaman ummat masih banyak sebatas emosional belaka, belum sampai pada esensinya. Misalnya kalau ada hal-hal kecil yang menyinggung agamanya oleh penganut agama lain, mereka begitu cepat marah. Begitu pula dalam kelompok-kelompok agamanya sendiri masih sering menganggap kelompoknyalah yang paling benar. Padahal, ia sendiri tidak begitu taat menjalankan ajaran agamanya.

Sesungguhnya tidaklah berlebihan kalau Gus Dur mengajak umat untuk berfikir secara rasional. Biarlah sedikit saja yang mengetahui tentang agama tetapi benar-benar mengamalkannya, dari pada banyak mengetahui agama tetapi tidak diamalkan, bahkan semakin banyak lagi melakukan pelanggaran pada norma-norma agama yang diyakini.

Kemudian jika dihubungkan dengan agama yang dianut oleh manusia, dalatn kitab siicinya tetap mengajak umatnya untuk bermoral yang luhur. Sebagaimana dijelaskan oleh Roland Roberston bahwa salah satu fungsi agama adalah
untuk mengatur hubungan manusia dengan tuhan dan hubungan antar sessima manusia dengan manusia, yang dalam ajaran Islam dikenal dengan isilah hublumminallah dan hablumminannas. Namun ironisnya manusia yang penuh dengan ambisi dan mabuk matei itu sering lepas kontrol dari norma agama. Walaupun dulunya ia seorang yang saleh, tapi suatu saat ia bisa menjadi penjahat yang luar biasa apabila norma-norma agama telah tercerabut dari dirinya.

Sebagian tokoh-tokoh agama ada yang mengatakan, bahwa agama dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Gaung kebangkitan agama itu menurut mereka bukanlah sekadar cita-cita belaka, melainkan suatu realita. Fenomena yang mendukung pendapat tersebut bisa diukur dengan semakin banyaknya orang yang mengunjungi masjid, mengikuti pengajian dan melakukan ibadah haji.

Di satu sisi memang fenomena ini sangat membanggakan. Sekilas ada kesan bahwa pesan dakwah cukup berhasil di tengah masyarakat. Apalagi mendehgar kaset-kaset dakwah sekarang ini semakin banyak diminati masyarakat. Lewat teleyisi, radio dan surat kabar misalnya, hampir setiap hari ada pesan-pesan dakwah. Masyarakat yang mendengarkan ceramah-ceramah agama pun cukup banyak dan antusias. Namun sekali lagi aktualisasi kesalehan di tengah masyarakat belum seiring dengan maraknya semangat dakwah.

Apakah ada metode yang salah dalam berdakwah, atau bafangkali manusia saat ini sudah dilanda kegersangan spiritual yang sangat memprihatinkan. Dalam kondisi seperti ini dakwah hanya meinjadi sekadar retorika, sementara realitanya krisis moral terus menggerogoti masyarakat.  -c

Kedaulatan Rakyat, Jumat wage 14 Oktober 2005 (11 Pasa 1938)

Related Post

 

Tags: