08/05/2008 05:23:02 SLEMAN (KR) – Menyebut Bimbingan Konseling (BK) lebih identik dengan BK di sekolah, padahal di tengah kehidupan yang kompleks dengan persoalan diperlukan BK masyarakat. BK masyarakat ini untuk mengurai problem sosial yang kian mendera masyarakat di tengah krisis, semakin meningkatnya orang miskin, banyak pengangguran sampai kompleksitasnya persoalan anak jalanan.
Demikian diungkapkan Muhsin Kalida MA, dosen Psikologi Anak dan Remaja saat ‘Outbond Bareng Komunitas Bangjo’ di Cakruk Pintar PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Suka, Caturtunggal, Sleman, belum lama ini. Kegiatan yang diikuti 30 anak jalanan tersebut diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga. Hadir dan memberi materi Faiz Aminuddin (Ketua BEM-BKI UIN Suka), Nailul Falah MSi (Sekretaris Jurusan BKI).
Dikatakan Muhsin, BKI terjun ke masyarakat sebagai bentuk kepedulian kepada anak jalanan. “Munculnya anak jalanan itu sebegai bentuk konkret problem sosial, persoalan di tengah-tengah kita, bisa karena faktor ekonomi maupun sosial itu sendiri,” ucapnya. Kegiatan seperti ini, lanjut Kalida, sebagai bentuk pendampingan yang dilakukan 5 tahun terakhir ini. Kegiatan lain seperti mendirikan Biro Konsultasi Keluarga (Perkawinan), Training Pengelola BP4, Pelatihan Penyuluh Agama, Penguatan Desa Bina Keluarga Sakinah (DBKS), Sertifikasi Guru Bimbingan Konseling.
Ditambahkan Kalida, kegiatan ini memiliki orientasi untuk mengungkap jati diri anak jalanan melalui komunitas mereka, yakni dengan konsep bimbingan kelompok. “Selain cukup menyenangkan bagi anak-anak, diajak membaca diri sendiri, memahami konsep agama, beribadah dan sebagainya,” ucap Kalida, kandidat doktor psikologi. (Jay)-z

 

sumber: (Fakultas Dakwah)