26/03/2008 08:07:08 SLEMAN (KR) – Dalam situasi yang serba sulit seperti sekarang ini, ada kecenderungan kawin cerai meningkat. Dari berbagai kasus meningkatnya kawin cerai karena faktor kesulitan ekonomi, longgarnya sistem nilai sosial-budaya. Selain itu, kurang pemahaman dan pendalaman agama. Mewujudkan keluarga Sakinah, yakni sejahtera secara lahir dan batin membutuhkan perjuangan keras.
Demikian ditegaskan Prof Bahri Gazali, Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga saat pencanangan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) di Balai Desa Maguwoharjo Sleman, Selasa (25/3). Kegiatan diselenggarakan Jurusan BKI Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga dan Kanwil Depag DIY. Hadir dalam acara itu antara lain Zainal Abidin (Kabid Urusan Agama Islam Depag DIY), Drs H Arief Jufandi (Kakandepag Sleman), Drs Muhsin Kalida MAg (dosen UIN Sunan Kalijaga).
Menurut Gazali, merealisasikan keluarga Sakinah di tengah terpaan globalisasi memang membutuhkan kerja keras. “Untuk itu kami Jurusan BIK Fak Dakwah UIN Sunan Kalijaga dan Kanwil Depag DIY sekitar tahun 2013 ingin merealisasikan 1 desa ada Biro Konsultasi Keluarga,” ucapnya.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Arif Jufandi, Bupati Sleman Ibnu Subiyanto menyatakan, merealisaikan keluarga sakinah membutuhkan kepedulian semua anggota keluarga. Selain itu, perlu ditanamkan taat beragama, yang muda perlu menghormati yang tua, mendapatkan rezeki halal, membelanjakan harta dengan hemat dan selalu melakukan instrospeksi. (Jay)-z

 

sumber: (Fakultas Dakwah)