“Dosenku Menyenangkan”, inilah tema yang diangkat pada acara Talk Show program OMAH (Obrolan Mahasiswa) Rasida FM 107,7Mhz Senin 18 Januari 2010 jam 11.00-12.00 WIB. Adapun nara sumber yang kami hadirkan pada acara ini adalah Andy Dermawan (Dosen Fakultas Dakwah, Trainer, Peneliti dan Penulis Buku). Kami memilih Bapak Andy, karena beliau dikenal dikalangan mahasiswa Fakultas Dakwah sebagai dosen yang menyenangkan, baik ketika mengajar di kelas maupun di luar kelas. Pada Talk Show ini, Pak Andy mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya selama ini, ada 4 komponen yang harus dimiliki seorang dosen agar disenangi mahasiswanya. Keempat hal itu adalah: 1. Menguasai materi, 2. Attoriiqotu ahammiatu minal maddah (cara menyampaikan menjadi hal yang utama di kelas), artinya cara penyampaiannya menarik bagi mahasiswa, 3. Kemampuan mengekplorasi mahasiswa tentang materi yang disampaikan, dan 4. Mengenali potensi masing-masing mahasiswa secara umum. Kalau dosen hanya melucu tapi minus kompetensi, insya Allah 3 kali pertemuan sudah ditinggal mahasiswa. Ada yang kompetensinya hebat, tapi di kelas tidak menarik, cara penyampaiannya kasar, maka pasti akan ditinggal mahasiswa juga. Keempat komponen di atas harus menyatu dan diikat dengan head-heart-hand (apa yang kita fikirkan kita fahami, dan apa yang kita fahami kita sampaikan). Intinya, kunci agar dosen disenangi mahasiswanya adalah bahwa mengajar itu seni. Bukan suatu tuntutan dan juga beban. Pak Andy juga bercerita tentang aturan yang diberlakukan di kelasnya, yaitu mahasiswa boleh membawa snack (makanan ringan) ke kelas, tapi tidak boleh membuang sampahnya di kelas. Beliau ingin menciptakan suasana kelas yang santai, tapi tetap bisa fokus ke materi kuliah. Mungkin inilah salah satu hal yang membedakan Pak Andy dengan dosen lainnya. Pada Talk Show ini juga diputarkan rekaman kesan dari 3 orang mahasiswa tentang Pak Andy. Berikut penuturannya: • Mahasiswa pertama : “Menurut saya, Pak Andy orangnya cool, menarik, dan cara mengajarnya beda dengan dosen lain, karena lebih seperti seorang motivator. Jadi, semangat mahasiswa menjadi meningkat untuk mengikuti kuliahnya”, • Mahasiswa pertama : “Pak Andy adalah dosen yang sangat berbeda, karena disamping mengajar sebagai dosen, dia juga bisa memahami karakter setiap mahasiswanya. Kita bisa lebih share, open heart dan bercerita tentang berbagai masalah. Beliau juga bisa jadikan teman dan tempat curhat. Keistimewaan beliau juga pada saat kita meminta pendapat tentang permasalahan kita, maka pendapat yang diberikannya membuat kita termotivasi”, • Mahasiswa pertama : “Dia bisa mengendalikan suasana kelas, sehingga perkuliahannya ga monoton dan bosen. Kita diajak berfikir bersama, lalu diberi solusinya. Selain itu, Pak Andy juga memberi motivasi bagaimana cara mencari ilmu yang baik, dan memberikan refensi bukunya apa yang sedang kita pelajari. Pokoknya semuanya terencana banget”. Pak Andy menambahkan, bahwa sebenarnya UIN Suka sudah memiliki lembaga yang memberikan pelatihan metode mengajar bagi dosen yaitu CTCD (center for teaching stuff development). CTCD meng-create para dosen baru agar memiliki kemampuan menyampaikan materi kuliah dengan menarik. Di akhir Talk Show, Pak Andy menyampaikan bahwa (1)Bapak/Ibu dosen seyogyanya memperkaya metode mengajar dengan game-game studi kasus, (2)Bapak/Ibu dosen ketika mengajar perlu dekat dengan beberapa mahasiswa di kelas sebagai sampel. Jadi perlu dekat, tapi tidak pura-pura sok baik, ada ketulusan di sana. Dengan demikian proses integrasi interkonektif ilmu bisa dicapai tanpa lelah untuk mencapainya. Jadi, sisi humanitis dosen juga harus dikembangkan ketika mengajar.