Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengadakan Kuliah Umum dengan mengambil tema “Kebijakan Publik Pro Rakyat di Era Otonomi Daerah” yang dilaksanakan pada tanggal 11 Pebruari 2010 bertempat di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah.

Narasumber pada kegiatan tersebut adalah : 1. Herry Zudianto, Akt., MM (Walikota Yogyakarta) 2. Abdur Rozaki, M.Si. (Dosen Jurusan PMI Fakultas Dakwah) Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah Prof. Dr. H.M. Bahri Ghazali, MA.

Dalam sambutannya beliau menekankan perlunya kerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal lapangan pekerjaan, karena sejalan dengan program yang ada di pemerintah kota, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat.Beliau juga menjelaskan bahwa di Fakultas Dakwah semua lulusan bergelar S.Kom.I kecuali Ilmu Kesejahteraan Sosial, yaitu S.Sos.

Dalam Kuliah Umum tersebut H Herry Zudianto, Akt, MM, Walikota Yogyakarta mengatakan tugas pemerintah itu melayani rakyat, bukan sebaliknya justru pemerintah mengeluh dan minta dilayani rakyat. Pemerintah diminta mengelola, memberi dan melayani rakyat. Paradigma ini harus dipahami benar oleh pejabat pemerintah. Kekuasaan sejatinya wakaf politik.

Menurut Herry, menjadi pemimpin harus siap berkorban, baik waktu, tenaga dan pikiran. “Saya sering membuat rumusan, kekuasaan sebagai wakaf politik. Harus siap mewakafkan alias memberi, melayani, berkorban untuk rakyat. Pemerintah itu menjalankan kekuasaan yang diberikan rakyat, bukan pemilik negara,” ucapnya.

Itu artinya, kebijakan pemerintah memang harus pro-rakyat. Bukan untuk kepentingan popularitas, tetapi inilah panggilan. Selain memberi juga punya tugas memberdayakan masyarakat untuk kuat dan mandiri. Pada bagian lain, orientasi pro-rakyat inilah, program -program yang dibuat harus dirasakan langsung oleh semua lapisan masyarakat. “Perlu terobosan yang top markotop bidang pendidikan, kesehatan, dll,” katanya.

Menjadi pemimpin di Yogya, kata Herry, sebagai kota peradaban harus pula bisa menanamkan nilai disiplin, nilai tepat waktu dan ketaatan. Di akhir acara, Walikota memberikan door prize berupa buku tulisan beliau yang berjudul “Kekuasaan sebagai Wakaf Politik: Manajemen Kota Yogyakarta Kota Multikultur” kepada mahasiswa-mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan.