JOGJA– Sebagai salah satu institusi keilmuan dan keislaman di Indonesia, UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta terpanggil untuk terlibat dalam upaya memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan kesejahteraan sosial di Indonesia dengan bertumpu pada nilai-nilai profesionalisme pekerjaan sosial dan menjadikan etika Islam yang merupakan pandangan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai inspirasi promosi kesejahteraan sosial baik di tingkatan konsep maupun aksi.

Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga pun sejak tahun 2009 lalu mendirikan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi IKS). Program ini bertujuan mencetak sarjana yang profesional sekaligus beretika untuk turut serta menjawab berbagai permasalahan sosial yang terus berkembang dan bersama-sama dengan pihak lain untuk mengembangkan usaha-usaha kesejahteraan sosiai di Indonesia.

Mengingat beragam isu dan tantangan terus menghadang perkembangan kesejahteraan sosial di Indonesia yang juga berimbas pada pendidikan profesi pekerjaan sosial yang ada,  Prodi IKS sebagai program studi yang baru berdiri berupaya untuk terus melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki, untuk mensinergikan pemikiran, rencana, strategi, maupun aksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan profesi pekerjaan sosial. Salah satu konsolidasi tersebut kemudian diejawantahkan dalam bentuk kegiatan Workshop Pengembangan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Workshop Pengembangan Prodi IKS Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diadakan di Hotel Sewu Padi, Jalan Kaliurang KM 20 No 198 dan dihadiri oleh semua dosen dan pemangku kebijakan Prodi IKS.

Tujuan dari kegiatan ini, menurut Muhammad Izzul Haq dari Prodi IKS adalah untuk merumuskan rencana strategis pengembangan program studi ini yang baru terbentuk setahun silam. Selain itu, workshop ini bertujuan untuk menyusun agenda-agenda kegiatan untuk pencapaian visi, misi, dan tujuan Prodi IKS dengan mensinergikan berbagai potensi sumber daya yang ada, utamanya mnegoordinasikan sumber daya manusia yang begitu beragam baik dari segi perbedaan latar belakang pendjdikan, pengalaman, dan keahlian dari staf pengajar Prodi IKS ini.
Workshop yang dimulai April ini dimulai dengan dilakukannya Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) berupa analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang : menyertai gerak langkah Prodi IKS ini.

Dari analisis  tersebut  yang berangkat dari berbagai misi prodi ini, disusunlah beberapa strategi dan dijabarkan dalam serangkaian program yang selanjutnya diterjemahkan dalam deretan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan. Beberapa agenda dari sekian agenda yang direncanakan diantaranya adalah Ramadan di Mal, yaitu mengadakan kegiatan menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan berbagai event sosial di kawasan yang menjadi simbol masyarakat konsumeris dan kosmopolit yang selama ini kurang tersentuh dengan kegiatan dakwah sosial.
Kemudian salah satu rencana program yang muncul dalam workshop ini adalah upaya melawan hegemoni paradigma kuantifikasi yang positivistik dalam penilaian proses dan hasil belajar di PTN maupun PTS dengan melakukan review mekanisme penilaian Quality of Assurance (QA) dalam standardisasi kualitas penyelenggaraan pendidikan. (*).

Bernas Jogja, Selasa Legi, 13 April 2010