Bertempat di Hotel Grand Pasundan, Bandung, pada hari Selasa, 11 Mei 2010 pukul 10.00 – 15.00 WIB berlangsung pertemuan antara Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Kordinator Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) Wilayah Indonesia Tengah dengan Presiden Asian Pacific Social Work Education (APASWE), Dr. Tatsuru Akimoto, DSW. Dalam acara bertajuk pertemuan antara Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) dengan APASWE sifik tersebut, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) mengirim Muhammad Izzul Haq, M.Sc untuk mewakili UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam kegiatan tersebut. Acara yang dibuka pada pukul 10.00 WIB oleh Fentini Nugroho, MA., PhD selaku Ketua IPPSI ini juga dihadiri oleh Tata Sudrajat, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Florence Martin dari Save The Children, Martha Haffey dari Building Professional of Social Work, perwakilan dosen STKS Bandung, dan beberapa perwakilan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari UI, UNPAD, STISIP Widuri Jakarta, hingga UKIM Maluku. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Tatsuru mempresentasikan tentang Standardisasi Kurikulum Pendidikan Pekerjaan Sosial dengan Studi Kasus Asia Timur. APASWE sebagai asosiasi pendidikan pekerjaan sosial di wilayah Asia Pasifik beranggotakan 20 negara dengan jumlah 200 sekolah. Pembagian kategori di APASWE berdasarkan bahasa Inggris/Non-Inggris di negara anggotanya. Berbagai isu terkait standardisasi pendidikan pekerjaan sosial dikupas oleh beliau. Selain Dr. Tatsuru, pembicara lainnya adalah Dr. Decha Sungkawan dari Thammasat University, Thailand yang juga anggota panitia APASWE. Dalam salah satu sesi diskusi, beliau menyampaikan bahwa untuk konteks Asia Tenggara, dari 10 negara ASEAN, baru 5 negara yang memiliki kurikulum tersendiri mengenai pekerjaan sosial yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapore. Diperlukan upaya serius dan terus menerus untuk menyamakan persepsi mengenai studi pekerjaan sosial yang namanya berbeda-beda seperti kesejahteraan sosial (social welfare) di Jepang dan Indonesia dan pembangunan sosial (social development) di Thailand. Acara berakhir pukul 15.00 WIB dengan adanya kesepahaman untuk lebih meningkatkan kerjasama antara APASWE dengan IPPSI yang beranggotakan 37 sekolah/insitusi pendidikan pekerjaan sosial yang mana Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terlibat aktif didalamnya. Beberapa peluang kerjasama dengan APASWE yang ditawarkan oleh Dr. Tatsuru adalah pertukaran informasi dan komunikasi, material dan sumber daya manusia, pengorganisasian berbagai konferensi, lokakarya, dan penelitian berskala internasional, publikasi majalah dan buku, termasuk juga program hibah untuk penelitian.