Tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (atau lebih dikenal dengan CSR) telah diatur di Indonesia seperti dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Secara historis, kelahiran konsep CSR terkait erat dengan perubahan yang dialami oleh perusahaan yang selama ini lebih banyak bertumpu pada upaya pencarian profit dan akumulasi kapital. Ada paradigma baru yang ditawarkan oleh Bryant Maynard Jr dan Susan E Mehrtens mengenai tujuan perusahaan dalam gelombang keempat (fourth wave) yaitu untuk melayani masyarakat (serve as global steward). Selain itu muncul konsep Triple Bottom Lines, bahwa korporasi bertujuan untuk mencari keuntungan (profit), menciptakan kesejahteraan sosial (people), dan melestarikan lingkungan (planet). Perusahaan atau korporat memiliki peran yang penting dalam pembangunan, tak terkecuali dalam upaya-upaya menggerakkan kesejahteraan sosial. Menurut Midgley, sektor swasta (private sector) merupakan salah satu dari empat institusi mewujudkan kesejahteraan sosial (social welfare) selain negara (state), masyarakat madani (civil society), dan lembaga donor internasional. Pentingnya perusahaan ini terkait dengan kekuatan dan kekuasaan yang mereka miliki dalam mengakumulasi kapital untuk kemudian bisa dialokasikan dalam menggerakkan kesejahteraan sosial. Dalam rangka mengelaborasi wawasan tentang pelaksanaan CSR oleh suatu perusahaan dan peran bagaimana Perguruan Tinggi terkait hal tersebut, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), sebagai departemen dalam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki concern terhadap pengembangan kajian dan studi mengenai kesejahteraan sosial, menyelenggarakan kuliah umum bertema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Mempersiapkan SDM Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)’. Kuliah umum ini menghadirkan nara sumber Endah Prasetioningtias (Corporate Press PT Sari Husada – SGM) dan Dr. H. Waryono, M.Ag (Ketua Prodi IKS Fakultas Dakwah). Dalam paparannya di gedung Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Endah menegaskan bahwa CSR yang dilakukan oleh PT Sari Husada tidak hanya sebuah komitmen bisnis tapi juga merupakan salah satu tanggung jawab kepada masyarakat yang dilakukan untuk menjawab tantangan – tantangan yang ditemui di Indonesia seperti tingkat kemiskinan yang tinggi, kesadaran terhadap pentingnya gizi yang masih rendah, angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi dan sebagainya. Kegiatan CSR PT Sari Husada difokuskan pada 3 bidang, yaitu pendidikan terutama pendidikan anak usia dini, kesehatan dengan meningkatkan kualitas posyandu, dan pemberdayaan ekonomi bagi para peternak sapi agar mutu susu yang dihasilkan sesuai standar produk Sari Husada. Dalam melaksanakan CSR, PT Sari Husada bekerjasama dengan berbagai elemen mulai dari instansi pemerintah, Perguruan Tinggi hingga LSM untuk bersama-sama menggerakkan kegiatan CSR. Meskipun PT Sari Husada telah diakuisisi oleh Group Danone International, namun nuansa lokalitasnya tetap dipertahankan. Sedangkan Dr. Waryono menjelaskan tentang peran alumni PTAIN/IAIN yang kemudian menjadi UIN dengan paradigma integrasi-interkoneksi. Adanya jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial merupakan salah satu bentuk dari perubahan tersebut dimana UIN tidak hanya merambah pada kajian agama sebagaimana dahulu PTAIN/IAIN namun juga merambah dimensi sosial-kemasyarakatan. Kurikulum yang ditawarkan di Jurusan PMI dan Prodi IKS seperti ‘Praktek Pekerjaan Sosial, Kewirausahaan, Metode Casework, Perilaku Manusia dalam Lingkungan Sosial’ dan sebagainya. Karena kurikulum yang interkonektif inilah tidak sedikit alumni jurusan PMI yang telah bekerja sebagai staff CSR di berbagai Perusahaan, seperti Pupuk Kaltim Bontang, PT Newmont Nusa Tenggara Barat, dsb. Kuliah Umum yang difasilitasi oleh Laboratorium Kesejahteraan Sosial ini dilaksanakan pada hari Senin, 4 Oktober 2010 dan dihadiri oleh sekitar 150-an mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dimulai. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Dekan fakultas dakwah UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. H. M. Bahri Ghozali, MA dan diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan pemberian kenang-kenangan kepada nara sumber.