Dalam mendukung Jurusan Manajemen Dakwah dengan kompetensi lulusannya mampu memahami seluk beluk organisasi, administrasi dan manajemen dakwah; mampu menyusun program-program manajemen dakwah; mampu memimpin organisasi dan lembaga dakwah; dan mampu mengembangkan organisasi dan lembaga dakwah (media dakwah, pusat dakwah). Maka kiranya diperlukan sebuah wadah untuk mencapai cita-cita tersebut. Oleh karenanya dengan hadirnya laboratorium manajemen dakwah dapat dijadikan sebagai sebuah laboratorium untuk menelurkan berbagai konsep. Sekaligus berfungsi pula sebagai sarana latihan bagi para mahasiswa dakwah dalam menerapkan konsep-konsep tersebut. Laboratorium Manajemen Dakwah dapat dijabarkan sebagai kiat-kiat, teknik, panduan, juklak, atau bahkan model-model dan format kegiatan yang bersifat kongkret. Harapannya adalah semakin banyak dihasilkan konsep-konsep terapan yang siap pakai di lapangan akan semakin banyak pula praktisi yang siap bekerja untuk dakwah. Suatu saat tidak ada lagi prinsip “yang penting kerja” akan tetapi telah berubah menjadi “yang penting kerja dengan ihsan”. Suatu saat juga tidak ada lagi pertanyaan “bagaimana ?” ketika seseorang diamanahkan sebuah pekerjaan. Dan akhirnya tidak ada lagi orang yang tidak bekerja, bukan karena tidak mau bekerja, tetapi tidak tahu apa yang mesti dikerjakannya dan atau tidak mampu mengerjakannya. Semoga dengan hadirnya laboratorium manajemen dakwah ini dapat melahirkan sumber daya insani yang kaya konsep dan kaya karya untuk masyarakat.