Perkembangan dunia dan masyarakat bergulir semakin cepat. Perubahan demi perubahan terus terjadi. Kemajuan kehidupan umat manusia sudah mencapai taraf yang spektakuler, tersebar merata ke seluruh belahan bumi, dibawa arus gelombang globalisasi. Era ini menghendaki setiap negara beserta warga dunia harus mampu bersaing satu sama lain, baik antar negara maupun antar individu.

Persaingan yang menjadi esensi dari globalisasi tidak selalu positif, namun sering juga memiliki dampak negatif. Meskipun awalnya globalisasi lebih banyak terkait dengan ekonomi dan perdagangan, namun dampaknya sangat luas dan bersifat multidimensi. Globalisasi telah menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbong lainnya seperti politik, sosial, budaya, tata nilai, tak terkecuali agama.

Di dunia dakwah pun, dampak globalisasi sangatlah dirasakan. Konsep dakwah yang banyak dirasakan belum matang dan banyak celah-celah kelemahannya seringkali terus saja dijalankan tanpa banyak evaluasi, kecuali tindakan dan pemikiran parsial yang bersifat tambal sulam. Di sisi lain, semakin banyak kasus yang muncul yang menuntut respon –dan bahkan tanggung jawab– dakwah yang lebih serius, seperti pergaulan bebas, persoalan miras, narkoba, penyalahgunaan teknologi, dan lain sebagainya, tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari dampak globalisasi. Adanya kasus-kasus tersebut mengindikasikan bahwa sebagian umat saat ini sudah tidak lagi mengindahkan nilai-nilai moralitas, baik yang bersumber dari agama maupun budaya. Ketika nilai-nilai agama sudah tidak lagi menarik bagi masyarakat, kecuali sebatas formalitas ritual belaka, maka satu pertanyaan kunci dapat dilontarkan: apa saja pekerjaan kita sebagai juru dakwah?

Dakwah hanya sebatas rutinitas khutbah dan penyampaian nilai-nilai “mati” tentang pahala, dosa, surga, dan neraka. Masih belum banyak dirasakan kehadiran dan peran fakultas dakwah di seluruh PTAI, baik negeri maupun swasta, dalam mempelopori pengembangan konsep dakwah yang genuine PTAI, minimal dalam perannya sebagai think tank dan pusat akademisi yang peduli pada persoalan dakwah. Sebaliknya, tidak jarang masyarakat kampus dakwah ini bahkan tidak mengenali siapa dan bagaimana sasaran dakwahnya, tidak mengetahui —apalagi menguasai– media-media yang terus bergerak merangsek setiap relung dan ruang pribadi, bahkan tidak merasa perlu mengembangkan kepekaan terhadap fenomena di masyarakat, baik yang kontra terhadap dakwah maupun yang potensial untuk mendukung gerakan dakwah. Untuk itulah, DACon 2012 ini diselenggarakan. Sebagai rintisan awal, acara ini lebih ditujukan untuk menghimpun pikiran-pikiran cemerlang dari para cendekia yang masih terserak untuk kemudian didiskusikan bersama-sama demi mencari solusi problem dakwah masa depan secara lebih komprehensif.

Panitia DACon 2012 mengundang seluruh akademisi dan peminat dakwah, tanpa membatasi latar belakang pendidikan atau pun ideologi agamanya, untuk menyampaikan ide-ide dan pemikirannya.

Sub Tema :

1. Reorientasi Keilmuan Dakwah di PTAI di Indonesia. Diskusi bisa diarahkan pada basis keilmuan dakwah, kurikulum, orientasi pendidikan tinggi dakwah, pengembangan dakwah di PTAI, dan isu-isu lain terkait dengan kelembagaan fakultas dakwah di PTAI.

2. Dakwah dan Pengalaman Lokal. Penelitian-penelitian tentang dakwah dalam skop lokal bisa menjadi menarik diperbincangkan ketika dapat memberi inspirasi dakwah dalam konteks yang lebih luas. Dakwah di masyarakat pinggiran, baik secara sosial, politik, muaupun geografis, dengan segala karakteristiknya dapat didiskusikan lebih jauh untuk pengembangan dakwah yang lebih beragam.

3. Dakwah dan Media. Media massa saat ini bisa disebut sebagai ideolog yang riil di masyarakat dengan penetrasi yang luar biasa kuat. Bagi dakwah, ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan yang cukup potensial. Meski sudah banyak organisasi dakwah yang memanfaatkan potensi media massa ini, tetapi usaha yang dilakukan masih sporadis dan bahkan dengan pendekatan yang masih parsial dan kurang serius.

4. Organisasi Dakwah. Hampir tidak ada organisasi yang berbasis Islam yang tidak menjalankan aktifitas dakwah, hanya saja forum untuk secara terbuka mendiskusikan dan mengkomunikasikan langkah-langkah dakwah dengan segala problem dan keberhasilannya masih belum banyak diselenggarakan, kecuali dalam batas-batas tertentu yang sering masih bersifat eksklusif.

5. Dakwah dan Negara. Meskipun Indonesia bukan negara Islam, agama dan dakwah tidak bisa dilepaskan dari aktifitas kenegaraan. Kehadiran MUI bisa menjadi salah satu bukti hal tersebut. Namun kehadiran negara tidak selalu positif, bahkan kadang kontra produkstif terhadap dakwah itu sendiri.

6. Dakwah dan Ekspresi Budaya. Masyarakat Indonesia saat ini sedang gandrung-gandrungnya dengan pop culture yang bisa diakses dan dinikmati secara instant. Ekspresi-ekspresi keagamaan yang ditumpangkan pada budaya pop dengan argumen untuk dakwah menjadi menarik untuk ditelisik. Ketika fenomena komodifikasi agama dapat dengan mudah dilihat setiap hari, bisa ditelusuri siapa menikmati siapa dan siapa membonceng siapa.

7. Dakwah dan Politik. Muslim sebagai mayoritas di Indonesia dengan karakter yang ideologis menjadi sasaran empuk bagi partai politik untuk mencari konstituen, meski mungkin ada juga individu-individu partai sebagai seorang muslim juga dengan tulus berjuang dan berdakwah lewat partai. Sinergi partai dan agama tidak pernah habis untuk didiskusikan, bahkan sejak timbul dan berkembanganya mazhab-mazhab pada masa awal Islam, hingga mungkin sampai akhir zaman.

8. Dakwah dan Radikalisme. Isu radikalisme di dunia kajian Islam merupakan isu hangat sekaligus sensitif, terutama bagi kegiatan dakwah. Radikalisme sering muncul secara paralel dengan militansi sikap keberagamaan sebagai indikasi kuatnya religiusitas, sekaligus di sisi lain menjadi pendorong munculnya perilaku-perilaku eksklusif.

 

Ketentuan Partisipasi DACon 2012

A. Ketentuan Umum:

  • -DACon 2012 dilaksanakan pada tanggal 14-16 Desember 2012 di UIN Sunan Kalijaga;
  • -DACon 2012 terbuka untuk partisipan yang berminat dan mendaftarkan diri  ke panitia;
  • -Panitia menyediakan sertifikat, seminar kit, dan konsumsi selama acara berlangsung;
  • -Panitia tidak menyediakan akomodasi bagi peserta kecuali bagi yang menginginkan.
  • -Panitia tidak menanggung biaya transport, tetapi bisa membantu pelayanan legalisasi SPPD bagi yang menginginkan.

B. Penyaji Makalah:

  • Akademisi/peneliti yang berminat mempresentasikan karyanya dapat mengirimkan abstrak makalah dalam bahasa Indonesia sepanjang 700-1.000 kata paling akhir 12 Nopember 2012, via e-mail: fd@uin-suka.ac.id atau dacon2012@gmail.com.
  • Karya yang dipresentasikan merupakan karya asli hasil penelitian lapangan ataupun telaah pemikiran, baik secara invidual maupun kelompok.
  • Panitia akan memilih 20-30 karya yang dapat dipresentasikan dan diumumkan pada 15 Nopember 2012, via e-mail dan weblog: dacon2012.wordpress.com.
  • Karya terpilih harus dilengkapi dengan makalah penuh sepanjang 5.000 – 7.500 kata, dan sudah diterima panitia via email paling akhir tanggal 5 Desember 2012. Dilengkapi dengan curiculum vitae (CV).
  • Makalah yang dipresentasikan akan diterbitkan di Jurnal Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, setelah melalui proses review oleh mitra bestari.
  • Catatan:
    • Panitia hanya menyediakan akomodasi bagi penyaji makalah selama acara berlangsung;
    • Disediakan insentif Rp 1.000.000,- untuk makalah yang diterbitkan di Jurnal Dakwah.

C. Peserta Aktif:

  • Utusan PTAI/lembaga /pribadi, dosen, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati persoalan dakwah.
  • Kontribusi sebesar Rp 500.000,- (dengan akomodasi) atau Rp 100.000,- (tanpa akomodasi).
  • Pendaftaran paling akhir tanggal 5 Desember 2012, via email atau fax, dengan mengisi formulir yang dapat diunduh di dacon2012.wordpress.com.
  • Pembayaran dapat ditransfer ke:
    • 1) BRI No Rekening 6632-01-010620-53-4
    • 2) BPD DIY Capem Piyungan No Rekening 029-211-001992
    • 3) Bank Bukopin  No Rekening 1001046127
      Ketiga rekening tersebut a.n. Khoiro Ummatin, bukti transfer harap dikirim ke panitia melalui fax/email.

D. Informasi Panitia:

Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta, Telp. (0274) 515856. Fax: 0274-552230
e-mail: fd@uin-suka.ac.id;
blog: dacon2012.wordpress.com
contact person: 085726297576 (Irsyad).