anggito abimanyu saat kuliah umum recovery haji indonesia serta launching konsentrasi manajemen haji dan umroh di jurusan manajemen dakwah fakultas dakwah uin sunan kalijaga yogyakarta

Peningkatan pendaftar haji di Indonesia saat ini sungguh menggembirakan. Efeknya, waktu tunggu dari waktu mendaftar sampai berangkat  calon jamaah haji sekitar 10 – 12 tahun. Hal tersebut merupakan sebuah pertanda semakin sadarnya masyarakat dalam menjalankan agamanya, terutama untuk menggenapi rukun iman yang kelima. Di sisi lain, pengelolaan haji Indonesia selalu menyisakan persoalan. Wacana ketidakpuasan jamaah selalu mengemuka. Meskipun Kemenag selalu melakukan upaya peningkatan manajerial, SDM, dan berbagai pola operasional.

Upaya peningkatan pengelolaan haji tidak hanya dilakukan pemerintah. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat niscaya dibutuhkan. Termasuk dukungan dari kalangan akademik. Dari sana diperoleh basis kajian ilmiah dan independen. Untuk itulah, UIN Sunan Kalijaga perlu berperan aktif memasukkan manajemen haji sebagai salah satu bagian keilmuan yang digeluti. Hal ini terepresentasikan dengan dibukanya konsentrasi Manajemen Haji di bawah Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah mulai tahun akademik mendatang.

Pada Sabtu (10/11) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag RI, Dr. Anggito Abimanyu, Ph. D membuka secara resmi Konsentrasi Manajemen Haji dan Umroh. Bersamaan dengan kegiatan Kuliah Umum “Recovery Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI” yang bertempat di Convention Hall Lantai II UIN Sunan Kalijaga.

Dalam sambutannya, Dr. Anggito Abimanyu, Ph.D. mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan haji dengan pengelolaan keuangan yang baik dan sistem yang baik. Tidak perlu ada suudzon dan fitnah-fitnah. Diakui bahwa intervensi itu masih ada, baik dari pejabat pusat ataupun dari pejabat-pejabat daerah. Diharapkan bahwa haji non kuota tidak boleh diberangkatkan dan itu memang tidak ada, kecuali ada undangan khusus dari kerajaan Arab Saudi. Dan untuk menambah kuota tidak bisa, karena ada masalah dengan tenda yang tidak mencukupi.
Lima fokus yang dicanangkan adalah:

  1. Optimalisasi pengelolaan dana (tahun 2012).
  2. Revitalisasi asrama haji ( tahun 2013).
  3. Modernisasi sistem haji (tahun 2012 dan tahun 2013).
  4. Peningkatan program manasik haji, KUA, dan petugas haji Kemenag RI serta pengawasan PIHK dan KBIH.
  5. Reformasi Birokrasi dan peningkatan kualitas SDM (mulai tahun 2012).

Reformasi Birokrasi dan peningkatan kualitas SDM merupakan hal yang paling rumit. Yang penting Kemenag RI telah berusaha semaksimal mungkin untuk peningkatan pelayanan haji. Sebagai falsafah adalah dari jama’ah kembali jama’ah.