Seluruh peserta dan panitia DACon2012 berpose sebelum berpisah

Meskipun awalnya globalisasi lebih banyak terkait dengan ekonomi dan perdagangan, namun dampaknya sangat luas dan bersifat multidimensi. Globalisasi telah menjadi lokomotif perubahan tata dunia yang tentu saja akan menarik gerbong-gerbong lainnya seperti politik, sosial, budaya, tata nilai, tak terkecuali agama. Di dunia dakwah, dampak globalisasi sangatlah dirasakan. Konsep dakwah yang banyak dirasakan belum matang dan banyak celah-celah kelemahannya seringkali terus saja dijalankan tanpa banyak evaluasi, kecuali tindakan dan pemikiran parsial yang bersifat tambal sulam. Di sisi lain, semakin banyak kasus yang muncul yang menuntut respon –dan bahkan tanggung jawab– dakwah yang lebih serius, seperti pergaulan bebas, persoalan miras, narkoba, penyalahgunaan teknologi, dan lain sebagainya, tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari dampak globalisasi. Adanya kasus-kasus tersebut mengindikasikan bahwa sebagian umat saat ini sudah tidak lagi mengindahkan nilai-nilai moralitas, baik yang bersumber dari agama maupun budaya.

Dakwah hanya sebatas rutinitas khutbah dan penyampaian nilai-nilai “mati” tentang pahala, dosa, surga, dan neraka. Masih belum banyak dirasakan kehadiran dan peran fakultas dakwah di seluruh PTAI, baik negeri maupun swasta, dalam mempelopori pengembangan konsep dakwah yang genuine PTAI, minimal dalam perannya sebagai think tank dan pusat akademisi yang peduli pada persoalan dakwah. Sebaliknya, tidak jarang masyarakat kampus dakwah ini bahkan tidak mengenali siapa dan bagaimana sasaran dakwahnya, tidak mengetahui —apalagi menguasai– media-media yang terus bergerak merangsek setiap relung dan ruang pribadi, bahkan tidak merasa perlu mengembangkan kepekaan terhadap fenomena di masyarakat, baik yang kontra terhadap dakwah maupun yang potensial untuk mendukung gerakan dakwah. Untuk itulah, Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Dakwah Annual Conference 2012 (DACon 2012).

Sebagai rintisan awal, acara ini lebih ditujukan untuk menghimpun pikiran-pikiran cemerlang dari para cendekia yang masih terserak untuk kemudian didiskusikan bersama-sama demi mencari solusi problem dakwah masa depan secara lebih komprehensif.

DACon2012 berhasil diselenggarakkan di Wisma Aji, Ring Road utara pada Jumat-Ahad (14-16/12). Dihadiri oleh Bapak Wakil Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasarudin Umar, MA., dan Parni Hadi (jurnalis senior). Selain itu, 18 pemakalah (baik tim maupun perseorangan) dari seluruh Indonesia ikut hadir mengungkapkan ide-ide cemerlangnya. Sebut saja Dr. Dede Mulkan (akademisi ilmu komunikasi UNPAD Bandung yang juga pemerhati media televisi), Mokh Fakhruroji (dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, penulis buku yang produktif), Mawardi Siregar (akademisi STAIN Zawiyah Cot Langsa, Aceh), Erdi Rujikartawi (Banten), Ahmad Asroni (Tolerance Institut Jogja), dst.

Acara ini diapresiasi bagus oleh seluruh peserta. “Secara umum, semua peserta memberikan apresiasi sangat baik,itu terbukti dengan sangat antusiasnya para peserta mengikuti sesi-sesi diskusi yang begitu melelahkan,” kata Ketua Panitia, Irsyadunnas, M.Ag.

Dekan Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara, Dr. H. Abdullah, M.Si mengatakan, “Acara ini sangat bagus sekali untuk membangun sinergi antara Fakultas Dakwah di seluruh wilayah, agar ada kesamaan paradigma bagaimana usaha kita membangun Fakultas Dakwah ke depan. Oleh karena itu kita berharap acara ini betul-betul terlaksana setiap tahun.”

Sri Wigati, akademisi IAIN Sunan Ampel, pun sekata Bapak Abdullah. “Bagaimana kalau tempat berpindah-pindah, supaya ada keterlibatan semua lembaga, baik UIN maupun IAIN. Jadi, komunikasi dan silaturahmi antar civitas akademika fakultas dakwah se-Indonesia bisa terbangun lebih baik dan sinergis,” usul Sri Wigati.(ahmd)