Kristina Ririn Kristianti menyampaikan pengalamannya sebagai pekerja sosial medis di rsup dr. sardjito

Ibu Kristina Ririn Kristianti menyampaikan pengalamannya sebagai pekerja sosial medis di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Mahasiswa IKS yang saat ini melakukan praktikum pekerja sosial di beberapa instansi di DIY, pada umumnya sangat baik dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan pekerjaan sosial. Namun dalam hal pencatatan dan pelaporan, mereka sangat lemah. Hal ini diungkapkan oleh hampir semua supervisor lembaga dari lembaga Praktikum Pekerja Sosial Jurusan IKS di Workshop Supervisor Praktikum Pekerjaan Sosial pada Sabtu-Ahad (8-9/12) di Hotel LPP Garden Yogyakarta.

“Ketrampilan pekerjaan sosial dikuasai dengan baik oleh praktikan, demikian juga dengan pengetahuan tentang pekerjaan sosial baik, namun lemah dalam pencatatan dan pelaporan pekerjaan sosial,” kata Ibu Kristina Ririn Kristianti, pekerja sosial medis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. “Mereka kurang bisa mendokumentasikan proses,” tambahnya.

Bapak Nanang Rekto (praktisi pekerja sosial) dan Ibu Sutrisnowati (LSPPA) pun seia sekata dengan Ibu Ririn. “Laporannya ngga bunyi…” kata Sutrisnowati , wakil dari Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA) Yogyakarta. “Mahasiswa dalam menarasikan proses pengalaman pekerjaan sosial ke dalam bentuk laporan yang terstruktur secara metodologis masih kurang, misal mereka cuma mengatakan ngga rapi, padahal seharusnya disitu, juga harus ada latar belakang psikologisnya, pola asuhnya… nah, disitu mereka tidak menjelaskan,” jelas Nanang Rekto.

Dihadapkan pada temuan masalah tersebut, salah satu dosen IKS, Asep Jahidin, telah menyadari hal itu. Menurutnya, masalah kelemahan mengungkapkan isi pikiran ke dalam tulisan, mungkin 80 persen mahasiswa seperti itu. Terkait dari dahulu, budaya tutur bangsa Indonesia lebih kuat daripada budaya tulis. Tetapi, Pak Asep mempunyai trik sendiri untuk melatih mahasiswa menulis.  “Jadi, ada satu sesi kuliah saya, mahasiswa menulis tentang dirinya sendiri, dan harus dengan tulis tangan,” jelas Asep Jahidin yang juga pengurus IPSPI Yogyakarta.

Workshop yang diselenggarakan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga ini dihadiri juga oleh bapak Ismet Firdaus, M.Si. (doses Program Studi Kesejahteraan Sosial FIDIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan praktisi-praktisi pekerja sosial DIY. Dengan maksud utama untuk mengungkapkan secara umum mengenai permasalahan-permasalahan praktikum pekerjaan sosial yang telah dilakukan jurusan IKS dan stakeholder. (ahmd)