“Sekarang adalah generasi mahasiswa digital,” kata Bapak Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Musa Asy’arie dalam sambutan pembukaan Seminar Digital Experience, Selasa (4/12).

Musa Asy’ari mengungkapkan, kita harus berubah dalam dunia yang sekarang ini. Pasar sudah tidak lagi berada di Beringharjo, tetapi sudah ada di era digital. Orang pesen apapun tidak perlu pergi jauh, tinggal duduk manis, bisa mendapatkan apa-apa, asal punya uang.

Saat ini, generasi mahasiswa yang masuk ke UIN Sunan Kalijaga, adalah generasi yang sudah melek digital, berbeda dengan generasi beberapa tahun lalu. Disamping itu, generasi tua, yang notabene selalu tertinggal dan gaptek, masih ada.

Kemudian, untuk generasi tua yang tidak melek digital ini, apa harus dibuang? “Mungkin butuh waktu 10 tahun lagi, stok orang jadul itu sudah habis dari peredaran,” kata Musa Asy’arie.

Agar anak muda ini tidak terjadi masalah kesenjangan digital, perlu upaya PKSI untuk selalu sosialisasi. “Tolong bagaimana PKSI melaksanakan tugas budaya digitalisasi ini, kita harus mengupayakan semua mahasiswa di UIN ini melek digital, karena kesenjangan digital bisa menjadi masalah,” lanjut Musa Asy’arie.

Selain itu, Bapak Rektor juga mengingatkan, agar mahasiswa jangan sampai terperangkap dalam dunia digital yang artifisial tersebut. Karena dunia digital membuat dunia sendiri yang berbeda dengan realitas sebenarnya.

Dalam acara ini, Bapak Rektor membuka seminar dengan pemukulan gong secara digital.  Acara Digital Lifestyle Experience ini diselenggarakan oleh UPT. Pusat Komputer dan Sistem Informasi (PKSI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bertempat di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Akan hadir sebagai narasumber Agung Fatwanto, Ph. D (ketua PKSI), Ryan Fabella (wakil dari IBM), dan Pepita Gunawan (Lead Indonesia of Google Apps for Education). (ahmd)