Slank di UIN Sunan Kalijaga

Dalam rangka perayaan ulang tahun ke 29, group musik Slank melakukan serangkaian kegiatan di Jogjakarta. Salah satunya Slank melakukan dialog budaya bersama Prof. Musa Asy’arie dan Dr. Zaztrow di hadapan ratusan  mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan para penggemarnya (Slankers). Dialog budaya ini dihelat di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pada Ahad (23/12).

Kepada para mahasiswa dan penggemarnya, para personil Slank menyampaikan, sepanjang usianya, Slank telah mengalami berbagai dinamika kehidupan yang penuh warna. Pahit manis,  jatuh bangun dan pengorbanan hidup telah mereka lalui, hingga dapat mencapai usia yang matang dengan personil-personil yang sangat solid. Pada usianya yang ke 29 (tepatnya Slank lahir pada tanggal 26 Desember 1983), proses metamorfosis Slank, telah mencapai titik  kesadaran ke arah spiritualitas dalam bermusik.  Dalam kesadaran seperti ini, bagi Slank bermusik tidak sekedar mencari popularitas atau kekayaan.

Bermusik adalah melahirkan karya untuk membangitkan semangat dan spirit kemanusiaan, pluralitas, memperjuangan kebenaran, membela yang lemah, menyuarakan persaudaraan dan perdamaian dan sebagainya. Maka ke depan, karya-karya Slank akan selalu bicara tentang hitam putih secara jelas dan tegas. Tidak seperti keadaan yang selama ini terjadi yang selalu abu-abu. Misalnya hukum abu-abu,  politik  abu-abu, dan sebagainya.

Para personil Slank juga berpesan, sedapat mungkin selalu  berjuang dan berupaya keras untuk bisa menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Itu adalah wujud dakwah Islam, “ katanya. (uin-suka.ac.id)