Di sesi tanya jawab Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Manajemen Dakwah, ada satu mahasiswi bertanya kepada Suyadi (dulu terkenal dengan tagline: penulis 30 buku dalam 2 tahun, sekarang sudah terbit 53 buku), apakah menjadi penulis itu termasuk bakat, kemauan, atau hobi. “Menjadi penulis itu bukan bakat,” jawab Suyadi mantap. “Saya dari SD sampai mahasiswa semester tiga, belum pernah menulis sama sekali. Baru semester lima keatas, mulai menulis di media. Menulis itu produk membaca. Semakin banyak membaca, semakin banyak produk yang memungkinkan ditulis. Bukan hanya buku, skripsi dan tesis pun demikian.”

Suyadi, M.Pd.I, seorang dosen Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, menjadi narasumber dalam acara yang diselenggarakan Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah ini. Tema acara ini adalah GAPAI DUNIA DAN IMPIAN DENGAN TULISAN. Sebelum menyampaikan materi inti tentang metode menulis tanpa stres dan motivasi menulis berprestasi dosis tinggi, Suyadi bercerita banyak tentang pengalamannya menjadi penulis sejak awal.

Menurutnya, menulis paling gampang itu adalah dari pengalaman sendiri. Dari pengalaman pribadinya, berhasil ia tulis buku-buku seperti : Keajaiban Puasa Senin Kamis, Keampuhan Puasa Dawud, Membuka Nikmat Pintu Rizki dengan Syukur Sujud Sukur, Shalat Hajat, Bibir Merayu Hati Bernafsu.

“Dalam buku Keampuhan Puasa Dawud, ternyata menuliskan pengalaman spiritual itu lebih nyaman. Dari rumah saya di Prambanan sampai sekolah itu ngontel. Dari rumah paling siang jam lima pagi, paling cepet sampai rumah empat sore. Sebagai keluarga miskin, ngapain ngga puasa sekalian, puasa dawud, memang sengsara membawa … (nikmat),” kata Suyadi.

Suyadi juga mengungkapkan tips trik menulis yang disebutnya Metode Writing Revolution, diantaranya :

  • Untuk menjadi penulis yang baik, harus bisa menjadi pembaca yang baik dulu. Artinya harus semakin banyak buku yang dibaca. Banyak membaca wajib bagi penulis.
  • Mencari tahu tema best seller.
    • Baca buku best seller
    • Munculkan 1 ide original
    • Buat kerangka dan susun daftar isinya
    • Tulis hingga selesai
  • Buatlah penerbit agar mengejar naskah anda
    • Buat ide menjadi proposal buku
    • Kirim proposal buku ke banyak penerbit
    • Jalin komunikasi dengan banyak penerbit
  • Membangun pembangkit ide-ide brilian
    • Perkaya pustaka pribadi dengan buku-buku standar
    • Update wawasan dengan judul-judul baru
    • Charge pikiran dengan banyak pikiran
    • Sering-seringlah jumpa penulis
    • #Ide harus original, ngga pasaran
  • Mengubah kalimat sederhana menjadi paragraf yang menakjubkan
    • Tunjukkan, bukan sekedar beritahukan
    • Visualisasikan, bukan sekedar narasi
    • Tajamkan, bukan sekedar datar
    • Menambah inspirasi dengan melihat thesaurus bahasa indonesia
      Contoh : Panas = membara
  • Pilih waktu yang bagus untuk belajar, bekerja, berkarya, seperti waktu sepertiga akhir malam
  • Buat suasana senyaman mungkin, baik kondisi desktop komputer, tersedianya camilan, agar  memungkinkan anda menikmati acara menulis
  • ATM (Amati, Tiru, Menambahi)
    Meniru karya terdahulu, tiru strukturnya, buat sendiri

Di sesi kedua, Ade Gunawan, MM., memberikan materi tentang Metodologi Penelitian. Acara ini diselenggarakan di teatrikal Fakultas Dakwah pada Selasa (11/12). Menurut Ketua Panitia, Bapak Rasjid Ridla, pelatihan ini ditujukan untuk mahasiswa Manajemen Dakwah tingkat akhir dan mahasiswa baru. Dengan maksud agar nantinya mahasiswa ketika mengajukan judul penelitian dan skripsi, tulisannya memenuhi kaidah-kaidah penulisan. Selain itu juga bisa menulis di tabloid, majalah, koran, atau karya ilmiah di buku, dst. (ahmd)