UIN Sunan Kalijaga menerima penghargaan Rekor MURI melalui Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sebagai perpustakaan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identivication) dalam peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri. Penghargaan Rekor MURI diserahkan oleh wakil dari Direktur MURI (Dr. Jayasuprana) yakni Ari Indriani kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. H. Musa Asy’ari pada Kamis (6/12). Acara penyerahan bersamaan dengan seminar nasional  “Akses Perpustakaan dengan Cloud Computing & Social Networking”.

Dalam pidato sebelum penyerahan, Ari Andriani menyampaikan, UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masuk rekor MURI yang ke 5727. Di museum MURI ada 4 kategori untuk bisa masuk rekor MURI, yakni:pertama, paling, unik, dan langka. Sementara UPT. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dikategorikan sebagai yang pertama (pelopor) pengguna teknologi RFID. Penetapan inipun didasarkan atas rekomendasi dari Assosiasi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan dari PT. Fisikom Citra Perkasa, sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk teknologi RFID.

Musa Asy’ari berharap, dengan penghargaan ini, bisa lebih memacu UPT Perpustakaan untuk mengembangkan pemanfaatkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga agar dari hari ke hari selalu mengalami peningkatan pengunjungnya, dengan kenyamanan tempat, kelengkapan koleksi buku-buku, kelengkapan dan kemudahan fasilitas dan keprofesionalan dan keramahan pengelolanya. Ke depan, diharapkan perpustakaan UIN Sunan Kalijaga semakin mendukung kemudahan belajar di kampus putih ini.

Kepala UPT. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Solihin Arianto dalam laporannya menyampaikan, penggunakan teknologi RFID sudah dimulai sejak tahun 2007. Hingga hari ini perpustakaan UIN Sunan Kalijaga tetap konsisten menggunakan pelayanan teknologi RFID kepada 12.500 anggotanya, dengan jumlah koleksi buku 150.000 eksemplar. Pada Agustus 2007, 5 perangkat teknologi RFID yang telah dimiliki.

Solihin menambahkan, dengan teknologi ini, jumlah peminjam selalu mengalami peningkatan sekitar 24% per tahun. Sehingga dirasa perlu melakukan penambahan peralatan RFID. Maka tiap tahun UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga melakukan penambahan perangkat RFID, hingga sampai saat ini telah memiliki 9 perangkat. Dengan penganugerahan rekor MURI, pihaknya berharap bisa membangun citra positif dunia perpustakaan dan pustakawan di tanah air, sehingga pemerintah dan masyarakat dapat memberikan perhatian dan apresiasi yang tinggi terhadap keberadaan perpustakaan dan pustakawan. (uin-suka.ac.id)