Merujuk pada surat edaran dekan dengan nomor : UIN.02/DD/PP.00.9/295/2013 tentang prosedur ijin tidak masuk kuliah, Fakultas Dakwah memberikan ijin kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan dikarenakan alasan-alasan yang dapat diterima, yaitu :

  1. Melaksanakan tugas kokurikuler, yaitu kegiatan non akademik yang menunjang kegiatan akademik.
  2. Melaksanakan tugas kegiatan ekstrakurikuler, yaitu kegiatan yang tidak menunjang secara langsung kegiatan akademik. Seperti : tugas pelatihan kepemimpinan, pelatihan kewirausahaan, tugas perwakilan dalam olahraga dan seni.
  3. Musibah atau sakit (dengan bukti surat dari pejabat berwenang).

Ijin diberikan maksimal 25 % . Artinya mahasiswa yang melakukan izin harus memenuhi kehadiran minimal 50% dari keseluruhan pertemuan. Prosedur pengajuan ijin adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa tidak masuk kuliah, diberi tanda tidak masuk dalam daftar presensi ( silang atau coret).
  2. Mahasiswa menyiapkan surat bukti atau keterangan melaksanakan kegiatan dari pihak yang berwenang. Baik ijin kegiatan maupun sakit atau musibah.
  3. Mahasiswa memohon persetujuan ke PR bidang kemahasiswaan (PR 3) atau PD bidang kemahasiswaan (PD 3) melalui petugas presensi. Form bisa diambil di petugas presensi. Juga bisa diunduh disini.
  4. Setelah disetujui PD 3, mahasiswa mengajukan surat ijin kuliah kepada Kabag TU diserahkan melalui petugas presensi. Waktu mengajukan ijin adalah sebelum atau sesudah tidak masuk (paling lama 2 minggu setelah tidak masuk). Contoh surat ijin bisa diunduh disini.
  5. Petugas meneruskan surat ijin ke Kabag TU.
  6. Kabag TU memeriksa dan mendata, kemudian diserahkan ke Kajur untuk diverifikasi.
  7. Kajur menyerahkan hasil verifikasi kepada petugas input presensi untuk menginput ijin tidak hadir perkuliahan.
  8. Petugas input presensi menginformasikan kepada dosen bersangkutan tentang ijin yang diberikan.