Yogya (KR)-Penertiban maupun razia disertai tindak kekerasan belakangan ini sering dilakukan oleh beberapa ormas. Segala sesuatu yang mereka nilai bertentangan dengan paham yang dianut, akan diperangi bahkan jika perlu dimusnahkan. Ironisnya, mereka menyebut aksi sadis yang dilakukannya itu sebagai sebuah media dakwah.

“Agama dipelajari bukan untuk Tuhan, melainkan untuk kepentingan bersama. Dakwah itu tidak memaksa, namun harus informatif, edukatif, konsultatif dan advokatif,” tegas Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (FDK UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr Waryono Abdul Ghofur MAg beserta Panitia Konferensi Dakwah saat silaturahmi di Redaksi KR dan diterima Wakil Pemimpin Redaksi KR Drs H Ahmad Luthfie MA, Senin (25/11).

Untuk menggali nilai-nilai dakwah, FDK UIN Suka mengagendakan Konferensi Dakwah di Hotel Cakra Kembang Jalan Kaliurang Sleman, Jumat-Minggu (29/11-1/12). Kegiatan yang diperuntukkan bagi para penyuluh agama ini menghadirkan pembicara antara lain mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Ali Musthafa Yaqub.

KR halaman 10, Rabu Kliwon 27 November 2013 (23 Sura 1947)