“Kami harus menjadi bagian  patriot ekonomi kerakyatan, Kami tidak harus mengamalkan dan mendukung neoliberalisme,”

Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo, membagi pengalamannya dalam membangun kabupaten yang dipimpinnya kepada mahasiswa Jurusan PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Kamis (05/12). Kegiatan ini dalam rangka Kuliah Umum Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) semester aktif ini.

Bertempat di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dokter Hasto berkeyakinan, dalam membangun Kulonprogo, meski tanpa investasi asing, kondisi ekonomi masyarakat tidak akan rugi. Jika pelaku ekonomi dilakukan oleh masyarakat dan hasilnya juga untuk kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan hasil bumi dan SDM sebanyak mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

Keadaan di Kulonprogo, saat ini adalah : angka kemiskinan tinggi, kesenjangan sosial masih lebar, pendapatan asli daerah kecil. Sementara itu, langkah-langkah yang ditempuh adalah : mencari model strategi pembangunan yang tepat, letak konsentrasinya, intervensi yang tepat dan punya daya ungkit tinggi, dicari sumber penyebab kemiskinan, pro ekonomi kerakyatan.

Dokter Hasto yang terkenal dengan rumah sakit bersalinnya ini juga menjelaskan program yang telah dilakukannya sebagai implementasi langkah-langkah di atas, yaitu :

  1. Mengembangkan koperasi salah satunya Koperasi Anggota Warga Binangun (KAWB).
    • Membuka usaha, salah satunya dengan membuka toko seperti Alfamart.
    • Hasil bumi SDA sebanyak mungkin untuk kesejahteraan rakyat.
    • Membela produk lokal, salah satunya dengan slogan bela dan beli produk Indonesia, salah satunya dengan produk Kulon progo guna meningkatkan pendapatan masyarakat.
    • Air untuk rakyat, salah satunya dengan bekerja sama dengan PDAM, membuat air kemasan dengan merk “airku”.
    • Peningkatan kinerja guna untuk antisipasi AFTA 2015. Untuk menyaingi importir dengan teknologi waktunya tidak cukup, akan tetapi harus dilawan dengan ideologi.
  2. Program pro beras (produk beras gakoptan) dengan strategi:
    • Produk beras dikemas dengan sebagus mungkin, supaya daya beli masyarakat tinggi.
    • Anggota PNS diwajibkan membeli beras dari petani.
    • Bekerja sama dengan GAKOPTAN dan KUD.
    • Raskin jadi rasida
  3. BUMD harus mengusai daerah dengan cara :
    • Membuka unit usaha baru di BUMD
    • Membangun produk unggulan daerah seperti  air mineral, gula semut, beras, batik, jagung, dan gula kelapa.
    • Membuat unit usaha baru di BUMD seperti  batu bata, genteng , batako dan bengkel.
  4. Menciptakan lapangan kerja dengan cara:
    • Membuka kesempatan kerja.
    • Padat karya diperbanyak.
    • Memperbanyak industri rumah tangga seperti  Karya batik “bina mandiri”.
    • Mega proyak pasir besi, pelabuhan, dan bandara. Serta mendatangkan insvestor yaitu pabrik traktor dan alat pertanian, perusahaan garmen, dan kemasan.
  5. Sebanyak mungkin memelihara fakir miskin dan anak terlantar  dengan strategi:
    • Program kepedulian sosial dikemas dalam asas kekeluargaan dan gotong royong.
    • One village one sister company yaitu semua kegiatan dan program semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat.

(mimin,cs)