Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari Sabtu, 8 Maret 2014, Kiprah Perempuan Yogyakarta, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), dan Pusat Studi Wanita (PSW) UIN Suka bersama beberapa komponen masyarakat, utamanya perempuan di Yogyakarta akan melakukan refleksi dan dialog bersama di dalam suatu forum sarasehan sehari. Sarasehan ini bertajuk “Kiprah dan Pemberdayaan Perempuan Rentan di Yogyakarta”, akan dihelat di Gedung Teatrikal FDK UIN Suka, Sabtu, 8 Maret 2014, mulai jam 08.30 WIB.

Ketua Panitia Sarasehan, M. Noor Romadhon, dalam rilisnya, menyatakan bahwa perempuan dan juga anak merupakan kelompok sosial yang paling rentan mendapatkan kekerasan, baik kekerasan fisik, psikologis, seksual, maupun budaya. Kekerasan itu pun kerap kali hadir dan muncul seolah-olah wajar, dan bahkan kadang tidak disadari di dalam keseharian hidup kita. “Ironisnya lagi, kekerasan terhadap perempuan kerap kali dibungkus secara rapi oleh kelompok tertentu dan disajikan secara manis seolah-olah tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Politisasi perempuan seperti ini tentu saja semakin menempatkan perempuan menjadi kelompok marginal atau terpinggirkan di dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya, yang terjadi adalah akses-akses mereka terhadap sumber-sumber kesejahteraan menjadi terputus. Seperti halnya yang terjadi pada perempuan-perempuan yang mendapatkan stereotip terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. “Untuk itu, perlu suatu gerakan pemberdayaan perempuan yang terorganisir secara baik dan terprogram,” jelas Romadhon mantap.

Dekan FDK, Dr. H. Waryono, M.Ag. direncanakan hadir dalam sarasehan ini bersama tiga narasumber. Pembicara pertama, Pipit Ambarmirah, S.P. (Aktivis Kiprah Perempuan) akan bercerita mengenai kesedihan dan siasat bangkit dari penindasan. Pembicara kedua, Anik Setyawati, M.Hum. (Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kota Yogyakarta) akan berbicara mengenai program-program pemberdayaan masyarakat Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya yang dapat diakses perempuan rentan. Pembicara terakhir, Alimatul Qibtiyah, Ph.D. dari Pusat Studi Wanita UIN Sunan Kalijaga yang akan membincangkan upaya-upaya penguatan perempuan rentan dalam konteks masyarakat Yogyakarta dan gerakan sosial.

Kontak Person sarasehan ini : Siti Solechah, M.Si. melalui SMS ke Nomor HP 08562872950.