Tahun 2015 nanti, Indonesia memasuki era pasar bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Agreement). Era itu bersamaan dengan keadaan negeri ini yang surplus demografi (tenaga kerja usia produktif melimpah). Sementara saat ini telah banyak tenaga kerja asing yang menjadi ekspatriat ke Indonesia. Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan perguruan tinggi untuk gigih dalam mencari terobosan-terobosan agar bisa mendharmabaktikan ilmu ke masyarakat dengan baik, tidak kalah dengan tenaga kerja luar negeri. Demikian diungkapkan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Musa Asy’arie selesai mewisuda sarjana baru UIN Sunan Kalijaga Minggu kemarin (06/04).

Mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas, kampus UIN Sunan Kalijaga sudah sedini mungkin membekali seluruh mahasiswa dengan dua ketrampilan pendukung: language skill (bahasa Arab dan Bahasa Inggris) dan penguasaan teknologi informasi dengan baik, serta pengalaman di dunia organisasi mahasiswa (intra maupun ekstra kurikuler). “Sehingga bekalnya sudah sangat cukup untuk berkompetisi dalam dunia kerja profesional, baik di dalam maupun di luar negeri,” jelasnya.”Dalam situasi persaingan global yang semakin ketat, seluruh lulusan UIN Sunan Kalijaga memiliki kreatifitas dan mobilitas yang tinggi, serta punya semangat pantang menyerah.”

Pentingnya Enterpreneurship
Dalam sambutannya lebih lanjut, Musa Asy’arie menyampaikan, salah satu siasat untuk merespon persaingan global adalah mengembangkan entrepreneurship. Oleh karena itu, UIN Sunan Kalijaga terus mendorong lulusan UIN Sunan Kalijaga untuk menekuni dunia entrepreneurship.

“Salah satu upaya kampus UIN agar lulusan UIN Sunan Kalijaga membangun kultur wirausaha adalah dengan mengirimkan banyak mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk magang di berbagai lembaga wirausaha di Yogyakarta,” terangnya.

Wisuda Periode II Tahun Akademik 2013/2014
Pada wisuda kali ini, pelaksanaannya dibagi menjadi dua hari. Wisuda pertama dilakukan Sabtu, 5 April 2014, dengan jumlah wisudawan 416 orang. Wisuda kedua dilakukan Minggu, 6 April 2014, dengan jumlah wisudawan 381 orang. Jadi total jumlah wisudawan 797 orang. Sampai wisuda kali ini, jumlah alumni UIN Sunan Kalijaga adalah 43.283 orang, 374 orang diantaranya bergelar Doktor dan 2.657 orang bergelar Magister.

Dari sejumlah 416 yang diwisuda Sabtu (05/04), 4 orang wisudawan berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat, yakni: Toyyib Alamsyah dari jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (Fakultas Dakwah dan Komunikasi) dengan IPK 3,76; Chichi Aisyatud Da’watiz Zahroh dari Prodi Pendidikan Agama Islam (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan) dengan IPK 3,82; Norma Latif Fitriyani dari Prodi Teknik Informatika (Fakultas Sains dan Teknologi); Mu’ammar Zayn Qadafy, S. Th.I dari Prodi Agama dan Filsafat (Program Pascasarjana) dengan IPK 3,83.

Sementara dari jumlah 381 orang yang diwisuda Minggu (06/04) juga ada 4 orang yang berhasil menjadi lulusan terbaik dan tercepat. Yakni : Mustafa Kamal dari Prodi Sastra Inggris (Fakultas Adab dan Ilmu Budaya) dengan IPK 3,82; Cholida Hanum dari Prodi Siyasah (Fakultas Syari’ah dan Hukum) dengan IPK 3,94; Halimatus Sa’diyah dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam) dengan IPK 3,87; Anisa Tirta Kusuma Sari dari Prodi Sosiologi (Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora) dengan IPK 3,82.

Predikat wisudawan berprestasi dengan lulus terbaik tercepat pada wisuda periode II kali ini disandang oleh Chichi Aisyatud Da’watiz Zahroh, dengan lama studi 3 tahun 2 bulan 20 hari.

Kepada para wisudawan, Musa Asy’arie berpesan agar menjadi sarjana muslim yang berakhlakul karimah yang membanggakan almamater, memiliki sikap moral dan etika yang luhur, serta religiusitas yang tinggi, selalu menggelorakan nilai-nilai humanis, egaliter dan multikulturalisme yang bersumber dari ajaran Islam. (UIN Suka)