Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) melalui Subdit Pengembangan Akademik mengadakan Sosialisasi Standar Kompetensi Lulusan pada 19 – 21 Agustus 2014 beberapa minggu lalu. Bertempat di Hotel Salak The Haritage Bogor, panitia mengundang beberapa narasumber antara lain:  Dr. Euis Amalia, Dr. Abdul Rozak, dan Prof. Dr. Sutrisno.

Selain itu, sebanyak 48 orang ketua program studi dari berbagai bidang ilmu di perguruan tinggi agama islam hadir sebagai peserta.

Persoalan yang dibahas adalah upaya serius untuk meningkatkan mutu lulusan dalam memasuki dunia kerja dan dapat bersaing di era global.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A., saat memberi sambutan, mengatakan bahwa adanya perubahan yang sedemikian pesat dalam masyarakat global yang menyebabkan sistem pendidikan tinggi juga harus berubah sesuai dengan tuntutan dalam dunia kerja.

Tahun 2015, ASEAN akan ada kebijakan free flow in services, tenaga kerja profesional antar negara ASEAN bebas memasuki pasar kerja kita. “Oleh sebab itu perguruan tinggi agama Islam harus dapat mengubah paradigma dengan menyesuaikan kurikulum berbasis kompetensi yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI),” tambah Dede.

Pada akhir sambutannya, Dede Rosyada menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga bisa memberikan keterampilan untuk menjadi tenaga profesional yang skillfull, diharapkan menghasilkan lulusan :
1. Siap bersaing di dunia kerja,
2. Mempunyai jiwa kewirausahaan,
3. Mempunyai karakter dan budaya kebangsaan,
4. Dapat mengembangkan keilmuannya dengan berbagai riset,
5. Selalu membawa nilai-nilai islami.

Dr. Euis Amalia menjelaskan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (PERPRES RI No. 8 Tahun 2012 tentang KKNI).

Standar Kompetensi Lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (pasal 5 ayat 1) SN Dikti.

Setelahnya, Dr. Abdul Rozak menjelaskan tentang bagaimana langkah-langkah penyusunan standar kompetensi lulusan (capaian pembelajaran pada program studi). Langkah-langkah yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan capaian pembelajaran antara lain :
1. Bidang kerja yang diperkirakan dapat diraih setelah lulus dari suatu prodi,
2. Visi dan misi Perguruan Tinggi yang memberi warna/ciri dari lulusan,
3. Bidang keilmuan yang akan diunggulkan atau dikembangkan berdasarkan SDM yang dimiliki,
4. Pilihan bahan kajian yang dianggap oleh prodi sangat dibutuhkan bagi lulusan untuk pengembangan diri di masa depan.

Terakhir, Prof. Dr. Sutrisno menyampaikan beberapa poin penting, yaitu:
1. Semua prodi dan level di PTAI harus merumuskan profil lulusan, deskripsi KKNI, dan kompetensi spesifik
2. Semua level terutama level 5, 6, 7, 8 dan 9 harus sinkron.

Di akhir pertemuan, dihimbau kepada semua PTAI, khususnya program studi, mulai saat ini sudah harus merumuskan kurikulum berbasis kompetensi yang merujuk pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia sesuai dengan Perpres RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk mengantisipasi pasar bebas ASEAN yang akan diberlakukan Tahun 2015.

Sumber: http://diktis.kemenag.go.id/index.php?berita=detil&jd=335