YOGYA (KRjogja.com) – Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi melaksanakan salat dengan bahasa Indonesia. Dari awal takbiratul ikhrom sampai salam diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, bukan bahasa Arab pada umumnya. Begitu selesai, langsung disambut tepuk tangan banyak orang.

Hal itu dilakukan saat demo pada pembukaan Kursus Salat dengan Artinya di Aula KR Jalan P Mangkubumi 40-46 Yogya, Senin (29/06/2015). “Kalau salat beneran tidak boleh memakai bahasa Indonesia. Harus tetap menggunakan bahasa Arab sesuai tuntunan yang kita anut selama ini,” katanya.


Kursus diselenggarakan atas kerjasama SKH Kedaulatan Rakyat dengan Yayasan Masjid Syuhada (Yasma) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FKD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pesertanya terdiri anak-anak SD sampai SMP.

Dekan FDK UIN Suka, Dr Nurjanah MSi menyambut baik kegiatan ini. Sebab, salat merupakan kewajiban bagi setiap orang Islam dan tidak setiap orang Islam tahu makna bacaan salat, meski mereka sudah hafal di luar kepala.

“Salat merupakan kewajiban kita semua. Soal ada beberapa mazhab atau aliran terkait bacaan salat, tidak usah dipertentangkan. Yang diharuskan adalah salat dan akan lebih baik jika kita memahami makna bacaannya,” tegasnya.

Ust H Nashiruddin MHum dalam sambutannya mewakili Ketua Umum Yasma juga mengatakan hal senada. Menurutnya, ini merupakan kegiatan positif untuk mengisi liburan sekolah. “Kursus ini akan sangat bermanfaat, karena digunakan sepanjang hayat,” tambahnya.

Kursus Salat dengan Artinya yang juga untuk mengisi liburan bulan suci Ramadan ini berlangsung sampai Sabtu (04/07/2015) di Aula KR Jalan P Mangkubumi 40-46 Yogya, di Masjid Syuhada dan di Masjid UIN Sunan Kalijaga. Di akhir kursus akan dilakukan tes di depan orangtua masing-masing peserta. Selanjutnya peserta mendapatkan sertifikat. (Fie)

Ahmad Lutfie | Senin, 29 Juni 2015 | 12:50 WIB | Dibaca: 1129 | Komentar: 0

http://krjogja.com/read/265742/dirut-kr-salat-dengan-bahasa-indonesia.kr