Gun Gun Heryanto narasumber kuliah umum jurusan kpi, rabu (4/11)

Gun Gun Heryanto narasumber kuliah umum jurusan kpi, rabu (4/11)

Jurusan KPI mengundang ahli komunikasi politik untuk memberikan kuliah umum dengan tema “Peran Media Massa dalam Penanggulangan Radikalisme di Indonesia”, Rabu (4/11) di Teatrikal FDK UIN Suka.

Dr. Gun Gun Heryanto, S.Ag., M.Si., seorang pakar Komunikasi Politik yang juga salah satu alumni terbaik jurusan KPI, berkenan hadir untuk memberikan kuliah umum tersebut. Salah satu yang ditekankan dalam pembicaraannya adalah berkembangnya gerakan ISIS di Indonesia yang telah banyak memanfaatkan media massa.

Ia menjelaskan bahwa ISIS mengembangkan gagasan yang relevan dengan garis perjuangan mereka secara global melalui dua cara, yang salah satunya adalah dengan memanfaatkan media massa dan media online. Kedua jenis media itu dimanfaatkan untuk menciptakan resonansi di berbagai kalangan masyarakat internasional.

Media massa dan media online, jelas Gun Gun, dijadikan kanal penyebaran gagasan dan propaganda. “Keberadaan weblog interaktif, blog pribadi, media sosial seperti Twitter, Facebook, YouTube dll, kerapkali dimanfaatkan oleh ISIS sebagai kanal diseminasi informasi sekaligus perekrutan kader-kader muda,” kata dia.

Dalam kuliah umum ini, ia memberi rekomendasi bagaimana media mestinya berperan untuk tidak memberi peluang bagi berkembangnya jaringan ISIS di Indonesia.

“Ada lima hal penting yang harus diperankan oleh media massa, antara lain: tidak mendramatisasi pemberitaan ISIS, tidak memberi ruang publisitas untuk ISIS sengaja ataupun tidak, memberi porsi memadai wacana publik yang toleran, mengivestigasi penyebaran gagasan dan jaringan ISIS, dan turut memberi early warning system bagi masyarakat soal ISIS,” tuturnya.

Khadiq, sekretaris jurusan KPI mengatakan, sebagai salah satu jurusan di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Jurusan KPI mempunyai kewajiban untuk ikut berperan bagi agama, nusa, dan bangsa.

Menekuni keilmuan dakwah di bidang media, menurut Khadiq, setiap mahasiswa perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan terkait untuk menghadapi berbagai tantangan hidup bersama sebagai umat beragama, umat berbangsa, dan umat bernegara. “Untuk itulah kuliah umum ini kami selenggarakan,” ujarnya.[]