snmptn2014

YOGYA (KR)-Penurunan kuota penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 dari 50 persen ke 40 persen dari total daya tampung berimbas pada semakin ketatnya persaingan masuk ke PTN. Hal ini tidak hanya menuntut kecermatan dari calon mahasiswa baru (Maba) dalam memilih program studi (Prodi) tapi juga berdampak pada peningkatan kualitas yang diterima.

Selain itu, ketatnya seleksi PMB masuk PTN melalui jalur prestasi ini juga diharap memicu sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga pembenahan sekolah menjadi penting. Meski begitu, integritas sekolah dan kejujuran tetap menjadi penilai penting dalam SNMPTN ini perlu pengawalan bersama.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Sutrisno MAg menilai, penurunan kuota SNMPTN 2016 dari 50 persen menjadi 40 persen dari daya tampung PTN tidak menjadi masalah dan tidak merugikan bagi penerimaan mahasiswa baru (PMB) di UIN Sunan Kalijaga.

“Kuota SNMPTN turun 10 persen tidak merugikan bagi UIN Sunan Kalijaga. Justru menguntungkan karena jalur mandiri, yang tadinya 20 persen naik menjadi 30 persen,” kata Sutrisno, Selasa (19/1).

Komentar serupa dikemukakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Wardan Suyanto. Menurut Wardan, penurunan kuota PMB jalur SNMPTN tidak banyak mempengaruhi animo masuk PTN. Justru peningkatan kualitas seleksi bisa semakin baik dengan ketatnya seleksi jalur SNMPTN ini.

Wardan Suyanto mengaku, UNY sebagai salah satu penyelenggara SNMPTN juga tidak mempermasalahkan penurunan kuota PMB melalui jalur prestasi ini. Apalagi, hal tersebut juga tidak mengubah total mahasiswa baru yang diterima masing-masing PTN karena masih ada jalur seleksi mandiri.

Terpisah ketika dimintai komentar berkaitan dengan penurunan kuota dalam SNMPTN 2016, Koordinator Kopertis Wilayah V, Dr Bambang Supriyadi CES DEA mengatakan, penurunan tersebut tidak akan terlalu berdampak bagi PTS di DIY. Pasalnya, meski kuota untuk SNMPTN turun, tapi kuota SBMPTN dan seleksi mandiri semakin banyak. Kondisi tersebut justru menjadi tantangan bagi pengelola PTS, khususnya yang ada di wilayah DIY untuk meningkatkan kualitas diri, agar target yang sudah ditentukan bisa terpenuhi.

“Predikat DIY sebagai kota pendidikan, serta kualitas lulusan yang tidak perlu diragukan lagi tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah. Oleh karena itu, selain peningkatan kualitas diri, promosi ke luar daerah terus kami intensifkan,” terang Bambang Supriyadi.

Bambang menambahkan, meski jumlah PTN baru mengalami peningkatan, tapi dirinya tetap optimis target yang sudah ditentukan oleh PTS di DIY tetap bisa terpenuhi. Karena saat ini banyak PTS di DIY yang kualitas lulusannya tidak kalah dengan PTN. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya lulusan yang langsung terserap ke dunia kerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Kedaulatan Rakyat, 20 Januari 2016