Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Sutrisno, menyambut gembira SK Program S2 KPI sudah ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Islam. Kegembiraan Warek I itu diungkapkan saat menerima laporan dari pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Dalam amanatnya Warek I, menyatakan bahwa semester depan FDK sudah bisa menerima mahasiswa baru (5/2).

Selain itu, Warek I mengingatkan kepada civitas FDK untuk mempersiapkan segala sesuatunya berkenaan dengan penerimaan mahasiswa baru tersebut. Diantaranya, ketersediaan SDM, sarana dan prasarana. Diperlukan kerja keras para pemangku kepentingan di FDK agar nantinya output S2 KPI sesuai dengan harapan yg diinginkan. Yakni menghasilkan lulusan sesuai dengan kompetensi kerja dalam Kerangka Kualifikasi yang diatur dalam Peraturan Presiden RI no. 8 thn 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Dalam SK Dirjen Pendis yg bernomor 363 tahun 2016 disebutkan bahwa program S2 KPI tidak diperbolehkan menerima mahasiwa transfer dan non reguler. Disebutkan di situ, program S2 KPI hanya menerima mahasiswa baru.

Saat menerima SK tersebut, dari pihak Dirjen meminta kepada pimpinan FDK untuk juga mematuhi dan memenuhi persyaratan dalam penyelenggaraan program S2. Diantara yang harus dipenuhi untuk ke depan yakni mempersiapkan diri untuk di-akreditasi oleh BAN PT. Itu penting, mengingat akreditasi setidaknya merupakan tolok ukur kesiapan dan kesungguhan FDK mengelola pendidikan.

Selain itu, Penyelenggaraan program studi S2 KPI diminta berkomitmen untuk mengisi data pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi. Pengisian data ini sangat diperlukan untuk legalitas mahasiswa atau lulusannya.

Sebenarnya para alumni KPI sudah lama mengharapkan S2 KPI FDK ini diselenggarakan. Ini tercermin pada pertanyaan atau keluhan para lulusan yang berminat meneruskan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi.

Untuk persiapan pembukaan S2 KPI ini, pihak FDK dan tim yang mengurusi S2 KPI ini telah membuat persiapan-persiapan yang matang baik dari segi kurikulum, kualifikasi kompetensi lulusan dan dosen. Sedang untuk sarana dan prasarana langsung ditangani pihak FDK.(fdk)