Kuota Computer Based Testing di Panitia Lokal SBMPTN Yogyakarta sudah penuh. Kuota CBT untuk tahun pertama ini masih terbatas. Pendaftar SBMPTN masih bisa mendaftar melalui jalur tertulis.

Kami mengutip dari harian Kedaulatan Rakyat edisi Kamis, 28 April, Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Dr Agr Ir Sri Peni Wastutiningsih mengatakan pembeda SBMPTN tahun ini dibanding tahun kemarin adalah mulai diselenggarakan ujian SBMPTN secara Computer Based Testing (CBT) disamping metode Paper Based Testing (PBT). Di Panitia Lokal (Panlok) 46 Yogyakarta, dua universitas yakni Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta siap menyelenggarakan SBMPTN CBT.

Hanya saja di tahun pertama ini kuota ujian SBMPTN CBT masih sangat terbatas. UGM hanya menyediakan kuota CBT untuk 100 orang dan UNY hanya 194 orang. Kuota di kedua universitas tersebut pun saat ini sudah penuh. “Bagi peserta yang ingin ujian SBMPTN CBT terpaksa harus memilih panlok lain yang kuotanya masih tersedia,” terang Sri Peni saat memberikan keterangan pers di Ruang Sidang Majelis Wali Amanat, Gedung Pusat UGM, Rabu (27/4).

Dikatakan, terbatasnya kuota SBMPTN CBT tersebut dikarenakan universitas penyelenggara CBT harus bisa memastikan pelaksanaan ujian tidak terkendala teknis seperti jaringan internet putus atau mati listrik. Sehingga untuk tahun pertama ini pihak UGM baru sanggup menyediakan untuk 100 orang saja. Jumlah tersebut akan ditambah tahun depan.

Jumlah tempat yang disediakan Panlok 46 saat ujian SBMPTN adalah 16.300 kursi untuk saintek, 17.500 kursi untuk Soshum dan 4.100 untuk campuran. Hingga Selasa (26/4) pukul 22.15 WIB jumlah pendaftar SBMPTN PBT bidang saintek mencapai 502 pendaftar, Soshum 652 dan campuran 128 orang. Sedangkan kuota CBT sudah penuh.