Bayu Mitra A. Kusuma, Dosen Prodi MD UIN Sunan Kalijaga

HIMPUNAN Mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah (HMPS-MD) UIN Sunan Kalijaga pada hari Kamis (14/4) menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Wirausaha Dalam Bingkai Dakwah Sebagai Solusi Menghadapi MEA” di gedung teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga.

Seminar ini sekaligus menjadi pembuka bagi rangkaian acara peringatan dies pertama SK Café, salah satu unit usaha mahasiswa yang digagas oleh Divisi Ekonomi HMPS-MD.

Dalam seminar ini, HMPS-MD mengundang dua orang narasumber yang berasal dari internal dan eksternal Prodi MD. Narasumber pertama adalah Bayu Mitra A. Kusuma, dosen Prodi MD yang sempat menjadi pengajar di Burapha University International College Thailand beberapa tahun yang lalu.

Menurutnya, jika sedari awal Indonesia konsisten menerapkan konsep Trisakti yang dicanangkan oleh Bung Karno pada tahun 1963, maka Indonesia akan menjadi negara yang paling siap menatap ASEAN.

Perlu diingat bahwa tiga pilar ASEAN adalah masyarakat politik, masyarakat ekonomi, dan masyarakat sosial budaya. yang sejalan dengan Trisakti yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam sosial budaya.

Namun faktanya Indonesia dianggap belum begitu siap dalam mengarungi MEA yang bergulir sejak 31 Desember 2015 lalu. Justru negara yang paling siap dalam menghadapi MEA adalah Singapura dan Thailand. Bagi Singapura tanpa adanya persiapan khusus pun mereka sangat siap dalam menghadapi MEA.

Sedangkan Thailand telah membekali pekerjanya dengan beberapa bahasa asing seperti Inggris dan Indonesia yang menjadi lingua franca ASEAN. Namun Indonesia belum terlambat untuk berbenah.

Sebagaimana dikemukakan narasumber kedua yaitu Buchori Al Zahrowi, entrepreneur sukses yang juga menjadi ketua umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Yogyakarta. Menurutnya salah satu cara terbaik menghadapi persaingan dalam MEA adalah dengan berwirausaha. Yang perlu diperhatikan dalam berwirausaha kita dituntut untuk “terampil dalam mengelola orang-orang terampil”.

Oleh karena itu salah satu kriteria mutlak yang harus dimiliki oleh alumnus MD adalah kemampuan manajerial yang baik. Karena alumni tidak semata dididik untuk menjadi karyawan, melainkan bos dari para karyawan. “Semakin banyak entrepreneur di Indonesia maka peluang kita menjadi pemenang di negeri sendiri dan di regional ASEAN sangat terbuka,” pungkasnya.

Dimuat dalam box Citizen Journalism, Tribun Jogja, Senin 18 April 2016, Hlm. 14

Related Post

 

Tags: