arif-maftuhin-raih-doktor

Arif Maftuhin menerima ucapan selamat dari tim penguji, setelah ujian terbuka disertasinya di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Jumat (22/7)

Selama ini kajian Islam banyak bersifat normatif. Sementara penafsiran tentang Islam selalu bersifat kontekstual sesuai dengan zamannya, alias bersifat historis. Bagi mereka yang belajar Fikih pada zaman sekarang, penting untuk melihat historisitas itu terlihat dari pengajaran mata kuliah sejarah hukum Islam atau Tarikh at-Tasyri al-Islami.

Melihat persoalan ini, Arif Maftuhin, Kaprodi IKS, mempresentasikan hasil penelitian disertasi berjudul Historiografi Fikih: Studi atas Literatur Manaqib, Tabaqat, dan Tarikh at-Tasyri sebagai syarat memperoleh gelar doktor di sekolah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Jumat (22/7).

Dari hasil pemaparan materi dan jawaban dari tim penguji promosi doktor, Arif Maftuhin mendapat nilai sangat memuaskan dan berhak mendapatkan gelar doktor 514 yang diluluskan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (uin-suka.ac.id)