YOGYA (KRjogja.com) – Lamanya antrean/daftar tunggu naik haji di Indonesia hingga belasan tahun, secara psikologis memang menjadi beban bagi warga masyarakat yang ngebet ingin segera naik haji. Dengan kondisi seperti ini mereka akan sangat mudah tergiur tawaran-tawaran dari pihak-pihak tak bertanggungjawab yang menjanjikan bisa  memberangkatkan berhaji dalam waktu singkat, namun secara ilegal.  

Kaprodi Filsafat Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr H Robby Habiba Abror SAg mengatakan, adanya sisa kuota haji di negara-negara tetangga seperti Filipina, tentu menjadi peluang emas bagi para oknum untuk mendapat keuntungan secara mudah. Tidak sedikit negara yang punya sisa kuota haji. “Dengan segala bujuk rayu akhirnya banyak calon jemaah haji yang menjadi korban sindikat ini,” terangnya saat dihubungi KRjogja.com, Senin (29/8/2016) malam.

Robby menilai ratusan calon jemaah haji asal Indonesia yang tertahan di Filipina adalah korban penipuan dari oknum agen travel perjalanan ibadah haji. Pemerintah harus menindak tegas semua pihak yang terlibat, dan mulai menertibkan perizinan travel perjalanan haji. “Oknum harus ditindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Robby juga mengimbau masyarakat terutama calon jemaah haji untuk selalu mentaati semua aturan dan mekanisme ibadah haji yang telah ditetapkan pemerintah, sejak sebelum berangkat, saat di tanah suci dan setelah kembali di tanah air. Tak kalah penting harus memastikan agen perjalanan ibadah haji adalah perusahaan legal dan terpercaya.

“Haji ini ibadah suci sehingga setiap upaya untuk menjalaninya juga harus dengan jalan kesucian,” tuturnya. (R-2)

Sumber: http://krjogja.com/web/news/read/7626/Calon_Jemaah_Haji_Harus_Ikuti_Aturan_Pemerintah