gelar-akademik-perguruan-tinggi-keagamaan-islam

Wisudawati Terbaik Tercepat dan Pujian dari salah satu Fakultas yang mengikuti wisuda periode Agustus 2016.

Kementerian Agama menetapkan perubahan gelar akademik perguruan tinggi keagamaan. Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 33 tahun 2016 dan berlaku sejak ditetapkannya yaitu tanggal 9 Agustus 2016.

Dalam PMA tersebut, gelar akademik lulusan prodi-prodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengalami perubahan sbb:

No. Program studi Gelar lama Gelar Baru
1 Komunikasi dan Penyiaran Islam Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I.) S.Sos.
2 Bimbingan dan Konseling Islam Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) S.Sos.
3 Pengembangan Masyarakat Islam Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) S.Sos.
4 Manajemen Dakwah Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) S.Sos.
5 Ilmu Kesejahteraan Sosial Sarjana Sosial (S.Sos.) tidak termasuk yang diatur dalam PMA ini

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin kepada Jawapos, membenarkan adanya ketentuan baru soal gelar akademik itu. Menurutnya, aturan tersebut berlaku untuk seluruh kampus di bawah naungan Kemenag dan tidak berlaku surut.

“Perubahan hanya di gelar akademik S-1 dan S-2. Sementara itu, untuk S-3 tetap doktor seperti umumnya,” jelasnya di Jakarta, Kamis (18/8).

Kamaruddin menuturkan, penghapusan keterangan Islam (I) dalam gelar akademik tersebut dilakukan supaya gelar lebih fleksibel. “Ketika ingin mendaftar pekerjaan di mana-mana supaya sama dengan lulusan kampus lain,” tuturnya.

Meski begitu, Kamaruddin menyatakan, kompetensi atau kekhususan keislaman mereka tetap dijelaskan dalam lembar surat keterangan pendamping ijazah (SKPI).

Contohnya, di dalam SKPI sarjana pendidikan agama Islam (PAI) akan tertulis bahwa lulusan tersebut memiliki kompetensi pendidikan Islam. Begitu pula untuk lulusan lain seperti jurnalistik Islam, hukum tata negara Islam, serta hukum pidana Islam.

Unduh PMA 33/2016, unduh lampiran.