Alimatul Qibtiyah

Alimatul Qibtiyah saat menjadi moderator Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo 2017, Minggu (29/1), di stasiun TVRI Jogja.

Alimatul Qibtiyah, salah satu wakil dekan FDK ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo sebagai moderator Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kulon Progo 2017 putaran kedua. Acara debat disiarkan secara langsung di Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan Radio Republik Indonesia (RRI) Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Minggu (29/1) kemarin.

Debat yang kedua itu ditujukan kepada calon wakil bupati, setelah sebelumnya, debat putaran pertama untuk calon bupati. Debat tersebut mengusung tema kesejahteraan sosial, narkoba, dan perlindungan anak dan perempuan. Tujuan debat adalah untuk mengetahui lebih dalam terkait visi-misi yang akan mereka bangun, memberikan informasi yang komphrehensif terkait dengan kompetensi calon dan mengeksplorasi visi misi calon lebih dalam dan luas.

Moderator Debat Publik tidak cukup hanya mampu mengelola debat, akan tetapi juga harus ahli dalam bidang yang menjadi tema perdebatan. Oleh sebab itu KPU menunjuk moderator dari kalangan profesional dan akademisi, yakni Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., MA, Ph.D. Wanita kelahiran 9 September 1971 ini dikenal publik sebagai dosen aktif di perguruan tinggi UIN Sunan Kalijaga, wakil dekan FDK serta aktif dalam study gender.

Moderator memandu berlangsungnya debat publik antara dua calon wakil Bupati Kulon Progo, yaitu nomor urut I, BRAy. Hj. Iriani Pramastuti dan calon wakil Bupati nomor urut II, Drs. H. Sutedjo, yang bertarung mengemukakan visi-misi dalam membangun Kabupaten Kulon Progo.

Dalam segmen pertama moderator lulusan S2 Amerika dan S3 di Australia ini, membuka acara kemudian memberikan pertanyaan secara selang-seling kepada dua calon wakil bupati dengan durasi yang telah ditentukan. Tidak hanya membacakan pertanyaan, moderator juga menyampaikan pertanyaan yang menjadi pendalaman atas visi dan misi yang disampaikan kandidat calon wakil Bupati. Hal ini penting mengingat peran moderator yang juga menjadi bagian dalam tim ahli yang menyusun materi debat.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari masing–masing calon wakil bupati terpilih. Bagi setiap calon diperkenankan memberikan pertanyaan terkait tema yang diusung untuk diberikan kepada lawannya. Begitupun sebaliknya, dengan batasan durasi yang telah ditentukan.

Di segmen terakhir moderator menutup sesi tanya jawab, lalu mempersilahkan kedua calon memberikan closing statement masing-masing. Di akhir segmen ini moderator menyampaikan pesan kepada seluruh pemirsa dan penonton studio untuk menjadi pemilih yang cerdas dan penuh berintegritas.

Pilkada Kulon Progo akan mengikuti tahapan pilkada serentak 2017. Pemungutan suara akan diselenggarakan pada 15 Februari 2017.