International Student Week Part III, Bersama Atase Ketenagakerjaan Bapak Mustafa Kamal, KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Maret 2017.

International Student Week prodi BKI FDK UIN Sunan Kalijaga, bersama Atase Ketenagakerjaan Bapak Mustafa Kamal, KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Maret 2017.

Untuk mengembangkan kajian konseling lintas kawasan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Konseling Islam (BKI) mengadakan International Programme Comparative and Conference dengan University Sains Islam Malaysia (USIM), University Malaya (UM) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malayasia serta University Princess Songkla Thailand pada tanggal 2-7 Maret 2017.

Konferensi yang mengambil tema “Study Comparative to The Development and Innovation on Helping Profession for better Life” mendiskusikan bagaimana berbagai profesi yang digeluti oleh berbagai kalangan itu dapat menjadi lebih baik, menciptakan inovasi dan terobosan baru melalui pendekatan konseling.

Konferensi ini sekaligus juga mengkaji perbadingan sistem evaluasi program pembelajaran yang didapat dari beberapa lembaga, khususnya Prodi BKI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dengan universitas lainnya di Malaysia dan Thailand.

Kaprodi BKI Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga, A. Said Hasan Basri yang ikut mendampingi para mahasiwa mengatakan, kegiatan semacam akan terus ditingkatkan dan diadakan setiap tahunnya agar dinamika keilmuan mahasiswa dibidang konseling makin berjejaring lintas kawasan ASEAN.

“Kegiatan ini juga dapat meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat antar kawasan terkait program Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) sebagaimana program pemerintah” tutur Said.

Menurut Khairunnisa BR Sagala, selaku Ketua Rombongan dan HMPS BKI, kegiatan International Student Week ini sudah menjadi acara tahunan yang selalu diminati oleh para mahasiswa BKI FDK UIN Sunan Kalijaga. Terbukti jumlah peserta yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Tahun ini sebanyak 65 orang mahasiswa, sedangkan tahun sebelumnya hanya 25 mahasiswa. Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, tidak hanya dapat memperdalam ilmu pengetahuan di bidang konseling saja, namun dapat melihat secara lebih dekat atmosfir akademik dan pembelajaran kampus lainnya di Malaysia dan di Thailand,” kata Khairunnisa. (Rozaki-chabib/humas)