BANDA ACEH – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) VIII yang dilaksanakan di UIN Ar-Raniry merupakan upaya menjaga dan merawat kebhinekaan.

Menurut Lukman, Pionir tidak hanya menjaga ajang kompetisi di bidang olahraga seni dan riset, melainkan juga sebagai ajang mempererat persaudaraan dan merawat kebhinnekaan.

“Pionir VIII dilaksanakan di Banda Aceh untuk persaudaraan, persamaan dan semangat menjaga kebhinnekaan dalam rumah besar Indonesia,” ungkap Menag, Rabu (26/4/2017).

Lukman menjelaskan bahwa Pionir VIII dihadiri oleh ribuan kontingen mulai dari Merauke berkumpul di Aceh untuk berkompetisi. Karena itu, sebut dia, peserta atau atlet dan kontingen boleh berbangga dengan kelebihan dan budaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah dan kontingen.

Ia mengimbau peserta dari berbagai kontingen harus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang berlaku di Banda Aceh, serta mengedepankan akhlak yang baik dan kejujuran.

“Semua patut berbangga dengan kelebihan daerah masing-masing, serta kemampuan untuk berkompetisi. Namun yang terpenting yaitu menunjukkan akhlak yang baik serta kejujuran,” tegasnya.

Pionir lanjutnya, menjadi salah satu instrumen yang strategis untuk mempersatukan, merawat dan menjaga nilai-nilai budaya dalam rumah besar Indonesia.

“Prestasi sangat dipentingkan. Namun prestasi harus diikutkan dengan kejujuran dan akhlak yang baik ketika bertanding dan berkompetisi,” tutup dia.

http://news.okezone.com/read/2017/04/26/340/1676704/menag-sebut-pionir-momentum-jaga-kebhinnekaan