Para peserta Focus Grup Discussion (FGD) Panel Ahli Survei Indeks Kualitas Siaran Televisi periode I Tahun 2017 berfoto bersama setelah kegiatan di Grand Mercure Yogyakarta, Selasa (30/5).

Para peserta Focus Grup Discussion (FGD) Panel Ahli Survei Indeks Kualitas Siaran Televisi periode I Tahun 2017 berfoto bersama setelah kegiatan di Grand Mercure Yogyakarta, Selasa (30/5).

Yogya–Beberapa tayangan televisi program anak-anak mendapat sorotan dari para panel ahli karena dianggap tidak berkualitas.

Sejumlah program anak-anak itu antara lain Doraemon (RCTI), Rainbow Ruby (RTV) dan Shiva (ANTV).
Sorotan itu mengemuka pada Focus Grup Discussion (FGD) Panel Ahli dalam rangka Survei Indeks Kualitas Siaran Televisi periode 1 Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh KPI Pusat bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (30/5), di Grand Mercure Yogyakarta.

“Doraemon itu kualitasnya apa? Apa ada nilai bisa meningkatkan pengetahuan? Pengetahuan yang mana?” kata salah satu panelis, Khoiro Ummatin, M.Si, dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Menurut Atin, di film Doraemon yang ada dunia khayalan di mana ada unsur penyelesaian masalah tapi tidak rasional.

Pernyataan senada disampaikan panel ahli lainnya, Anisah Indriati, M.Si, yang juga dosen KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Anisah juga menilai banyak tayangan anak-anak yang tidak mendidik dan hanya berisi khayalan.
“Shiva dan Doraemon banyak mengkhayal. Kalau yang sudah lebih mendidik itu Hand Made,” kata Anisah.

Panelis lainnya Dr. Kifayah Amar, dosen prodi teknik industri mengatakan, film anak lainnya yang kurang berkualitas yaitu Keluarga Somat. Kifayah melihat ada tayangan yang menceritakan salah satu tokoh di program itu yang suka mengutang.

Menurut koordinator survey wilayag Yogyakarta, Bono Setyo, M.Si, dalam FGD itu ada 11 sampel program anak-anak. Di antaranya Doraemon, Shiva, Rainbow Ruby, Upin Ipin, Keluarga Somat dan Adit Sopo Jarwo.

“Ada delapan indikator kualitas program anak-anak. Di antaranya isi program acara anak-anak meningkatkan pengetahuan anak-anak pada hal-hal yang baru terkait informasi dan pengetahuan, teknologi (Iptek) dan menumbuhkan rasa keingintahuan terhadap lingkungan sekitarnya serta mendidik, memberi pelajaran, permainan dan bimbingan yang baik,” jelas Bono, dosen Prodi Ilmu Komunikasi