Faisal Ismail

YERUSALEM dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia. Terletak di dataran tinggi di Pegunungan Yudea antara Laut Tengah dan Laut Mati. Yerusalem disebut Yerushalayim dalam Bahasa Ibrani dan disebut Al-Quds dalam Bahasa Arab. Yerusalem merupakan kota suci tiga agama (Yahudi, Kristen dan Islam). Pada masa lalu berulangkali diperebutkan, ditaklukkan, dihancurkan dan dibangun kembali oleh para penguasanya. Pusat Yerusalem terletak di bagian Kota Tua yang menyerupai labirin gang-gang sempit dan arsitektur bersejarah yang meliputi empat penjuru kota yang terdiri dari kawasan pemukiman Kristen, Islam, Yahudi dan Armenia.

Di Yerusalem, setiap kawasan mewakili populasi keagamaan. Kawasan Yahudi mempunyai Kotel, Dinding Ratapan, atau Tembok Barat, yang merupakan sisa dinding penahan gunung tempat berdirinya Bait Suci zaman dulu dan di dalamnya terdapat Ruang Maha Kudus. Komunitas Yahudi mempercayai tempat suci itu sebagai lokasi peletakan batu fondasi penciptaan dunia. Banyak orang Yahudi percaya bahwa Dome of the Rock adalah tempat Ruang Maha Kudus itu. Tembok Barat ini merupakan tempat umat Yahudi berdoa di lokasi terdekat ke Ruang Maha Kudus. Situs suci ini dikelola oleh Rabi dari Tembok Barat dan setiap tahun dikunjungi oleh jutaan peziarah.

Kawasan Kristen memiliki Gereja Makam Kudus (sebuah tempat ziarah penting umat Kristen di seluruh dunia). Tempat ini berlokasi di sebuah kawasan yang sangat penting dalam kisah Yesus tentang kematian-Nya, penyaliban-Nya, dan kebangkitan-Nya. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus disalib di bukit Golgota dan makamnya terletak di dalam kompleks pekuburan yang juga diyakini sebagai tempat kebangkitan-Nya. Gereja Makam Kudus ini dikelola bersama perwakilan aliran Kristen yang berbeda, terutama Patriarkat Ortodoks Yunani, biarawan Fransiskan dari Gereja Katolik Roma dan Patriarkat Armenia. Serta kalangan Kristen Ortodoks Etiopia, Koptik, dan Suriah. Tempat ini merupakan salah satu tujuan ziarah utama ratusan juta umat Kristen di seluruh dunia, yang mengunjungi makam Yesus dan mencari penebusan dalam doa di lokasi tersebut.

Terbesar
Kawasan Muslim merupakan kawasan yang terbesar di Yerusalem. Di dalamnya terdapat tempat suci Kubah Batu (Kubah As-Shakrah atau Dome of the Rock) dan Masjid al-Aqsa di dataran tinggi yang dikenal sebagai Haram al-Sharif. Masjid ini merupakan masjid tersuci ketiga dalam Islam dan dikelola oleh sebuah lembaga wakaf di Yerusalem. Umat Islam meyakini Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Israk Mikraj singgah di Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

Yerusalem tetap menjadi pijar-pijar isu yang panas dalam konflik Israel-Palestina/Arab, terutama setelah negara Israel didirikan. Dalam Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu wilayah yang direbut dan dianeksasi Israel. Sementara Yerusalem Timur (termasuk Kota Lama) direbut dan dianeksasi Yordania. Dalam Perang Enam Hari Arab-Israel tahun 1967, Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania dan menganeksasinya ke dalam Yerusalem berikut tambahan wilayah di sekitarnya. Hukum Israel tahun 1980 menyebut Yerusalem sebagai ibu kota negara yang tak dapat dibagi. Masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan menyebut Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki Israel. Masyarakat internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Kritik dan kecaman dari pemimpin dunia, terutama dari para pemimpin negara-negara muslim, bermunculan. Negara-negara Uni Eropa (yang merupakan sekutu AS) mengecam kebijakan Trump dan mereka tidak akan mengikuti langkah AS yang akan memindahkan kedubesnya ke Yerusalem. Para pemimpin negara Arab mengecam seraya menyerukan agar Trump mencabut pengakuannya. Presiden Jokowi juga mengekspresikan kejengkelan dan kedongkolannya terhadap kebijakan dan tindakan sepihak Trump. Negara-negara Kerja Sama Islam (OKI) tanggal 13 Desember 2017 bersidang dengan agenda utama tentang isu Yerusalem. Kembalikan posisi Yerusalem ke status quo dan tetap menjadi kota suci tiga agama.

Kedaulatan Rakyat, Jumat, 15 Desember 2017

Related Post

 

Tags: