PENTINGNYA CEK FAKTA

Rorie Asyari, jurnalis Metro TV dan Giri Lumakto, peneliti Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) menjadi narasumber pada studium generale Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, 28 Oktober 2019.

Sebagai narasumber pertama, Rorie Asyari memaparkan tentang maraknya berita hoax di pemilu Amerika dan pemilu Indonesia, April 2019 kemarin. Dan tidak berhenti setelah pemilu selesai, berita hoax masih saja marak ditemukan hingga saat ini.

Sebagai generasi milenial yang hidup di era digital saat ini, Rorie berpesan agar selalu cek dahulu kebenaran sebuah berita sebelum menyebarkannya. Jika mendapatkan berita atau informasi di sosmed, maka cek kebenarannya (Fact-Checking) untuk memastikan berita tersebut benar atau hoax minimal dengan 3 cara ini:

1. Cek di web turnbackhoax.id

2. Cek di 3 media berbeda

3. Cek profil yang menulis berita tersebut.

Giri Lumakto sebagai pembicara kedua memberikan tips lebih detail untuk mengecek kebenaran sebuah berita atau informasi dengan formula STOP.

S - See

Perhatian sumber, tautan dan konten informasi

T - Talk

Diskusikan dengan orang yang berkompeten atau dapat dipercaya

O - Observe

Telaah lebih lanjut dengan app/tools cek fakta

P - Prevent

Klarifikasikan hasil cek fakta di akun sosmed sendiri

Pada acara studium generale ini juga di launching Pusat Studi Kecerdasan Digital yang diprakarsai oleh Wakil Dekan II Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Hj. Alimatul Qibtiyah, Ph.D. Melalui Pusat studi ini diharapkan FDK bisa berkontribusi untuk masyarakat dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya kecerdasan digital di era milenial ini. Generasi milenial harus peka terhadap berita hoax yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Berita Terkait