Ag-Wat: Da'wah Prodadisa to Realize Economic Independence of Women with Physical Disability

Oleh: Siti Aminah, M.Si(Dosen Prodi PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga)

Email:aminah83cd@gmail.com

Dakwah melalui pemberdayaan masyarakat menjadi strategi yang sangat cocok melihat masyarakat saat ini membutuhkan gerakan nyata dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan untuk membeli pembalut bagi perempuan dewasa tidak dapat terelakkan.

Ag-Wat (Ageman Wanita) merupakan sebuah terobosan dalam menciptakan pembalut ramah lingkungan yang mengusung konsep back to nature. Dengan melibatkan para penyandang parapleghia yang ada di Desa Canden, Jetis, Bantul DIY melalui Prodadisa (Program Pemberdayaan Difabel Daksa), penelitian ini dilakukan melalui metode Participatory Action Research (PAR).

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberdayakan difabel daksa agar memiliki keterampilan dalam mendesain, memproduksi dan memasarkan Ag-Wat; membangun kesadaran perempuan mengenai kesehatan reproduksi dengan memakai pembalut ramah lingkungan; serta meningkatkan kemandirian difabel daksa secara ekonomi.

Partisipan dalam penelitian ini adalah difabel daksa penyandang parapleghia yang berjumlah15orang yang direkrut melalui purposive technique sampling. Pendampingan dilakukan kepada partisipan dalam pembuatan desain pembalut, penyediaan bahan, proses produksi dan pemasaran produk.

Hasil penelitian menunjukkan perempuan difabel memiliki keterampilan tambahan dalam memproduksi Ag-Wat, paling tidak untuk konsumsi pribadi; semakin sadar mengenai kesehatan reproduksinya dengan menggunakan pembalut ramah lingkungan; dan Ag-Wat memiliki potensi untuk dikembangkan dan berdaya jual sehingga mampu menaikkan taraf ekonomi perempuan difabel daksa.

Mulai oktober 2018, komunitas P3Y akan memproduksi pembalut kain dan akan dipasarkan ke wilayah pondok pesantren lewat gerakan/ penyuluhan Bu Aminah.

Kolom Terkait