Yogyakarta — kota pelajar, wisata, dan budaya

Jogja Istimewa

Jogja Istimewa

Yogyakarta (lebih sering disebut Jogja) terletak di tengah pulau Jawa. Dikenal menyandang banyak predikat. Kota pelajar, kota kampus, kota wisata, kota budaya, dan belakangan santer dengan status istimewanya. Dijuluki sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bisa jadi terdapat pelajar dari Sumatera hingga Papua ada di Jogja. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga salah satu tujuannya.

Dalam hal budaya, eksistensi Keraton sangat menguatkan predikat kota budaya. Jogja memiliki tidak kurang 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih lestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, masyarakat Jogja tetap berpegang teguh memelihara gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat (wikipedia).

Secara geografis, Jogja terletak di lereng gunung Merapi. Daratan lereng berakhir ke pantai selatan menjadikan berbagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Didukung pula oleh kekhasan aneka ragam makanan khas Jogja yang tersedia hingga 24 jam. Hingga, untuk tahun 2009 dan 2011, Jogja disebut sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali (The Most Liveable City in Indonesia) oleh Ikatan Ahli Perencanaan.

Lingkungan nyaman, keragaman suku budaya, keindahan alam, kreatifitas, semangat istimewa, ditunjang dengan biaya hidup yang terjangkau, menjadikan Jogja sebagai tujuan studi terutama di Indonesia.

Tinggal di Jogja

Sebagai kota tujuan pendidikan, masyarakat Jogja sudah terbiasa hidup berdampingan, selaras tanpa membedakan suku, agama, dan ras. Semua bisa hidup rukun di Jogja. Fasilitas kos, meski saat ini inflasi sedang giat-giatnya, harga kos tetap bervariasi. Apalagi yang di sekitar UIN Sunan Kalijaga. Tarif sewa masih terjangkau, lokasinya juga relatif dekat dengan kampus.

Bagi yang terbiasa hidup di pesantren, ada beberapa pesantren dekat kampus UIN Suka (lihat di Google). Hidup lebih terjaga, lingkungan islami, tetap bisa kuliah.

Transportasi

Kota Jogja mudah dijangkau melalui pesawat, bus, kereta api. Kampus UIN Sunan Kalijaga terletak di lokasi sangat strategis, tepat di pintu masuk kota Jogja, dekat bandara Adisucipto, stasiun Lempuyangan dan Tugu, ataupun dari terminal Giwangan. Moda transportasi dalam kota bisa menggunakan Trans Jogja, taksi, ojek, dan bus kota. Meskipun begitu demi faktor kecepatan, sepeda motor masih menjadi favorit mahasiswa. Tak jarang mahasiswa datang ke kampus dengan sepeda onthel, lebih ramah lingkungan dan menyehatkan.

Fasilitas Penunjang

Kota kampus menjadikan Jogja dipenuhi penyelenggara jasa bagi masyarakat yang ada di dalamnya. Untuk mahasiswa, di sekitar kampus selalu tersedia fasilitas fotokopi, warung internet, laundry, toko buku, toko komputer, toko handphone, dan toko elektronik. Perpustakaan baik milik kampus maupun pemerintah tersedia lengkap.

Biaya Hidup

Meskipun didera inflasi berkali-kali, biaya hidup di Jogja relatif masih terjangkau. Biaya hidup sangat tergantung bagaimana cara mahasiswa memilih gaya hidupnya.