KEISLAMAN, KEBANGSAAN, DAN TANTANGAN KEMAHASISWAAN

Umat Islam di Indonesia itu memiliki banyak akses dan kemudahan yang patut disyukuri. Tinggal dioptimalkan dengan berbagai peran yang bermanfaat. Sebab itu, mahasiswa tidak perlu terpengaruh dengan gagasan yang ingin merubah ideologi kebangsaan yang telah ada, yakni Pancasila. Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Bapak Prof. Dr. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. dalam acara yang bertajuk “Leadership Training Program: Be a Green Smart Islamic Leader!” yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Jumat-Sabtu 4-5 Oktober 2019 bertempat di Wisma Pesanggrahan PU Kaliurang Yogyakarta.

Dalam acara tersebut, Rektor juga menjabarkan tujuh poin kehebatan Indonesia bersama umat Islam di dalamnya kepada para peserta pelatihan kepemimpinan. Kehebatan tersebut antara lain tentang besarnya populasi umat Islam di Indonesia; negara yang semakin kuat pasca Perang Dunia II; nasionalisme yang menyatukan umat Islam dengan umat yang lain; kemerdekaan yang dirumuskan oleh para pemuda hanya kurang dari 25 tahun; kepercayaan para penguasa lokal terhadap negara; pertarungan antar negara superpower pada Perang Dunia II yg memberikan keuntungan konsolidasi Indonesia merdeka; serta keistimewaan Indonesia yang bisa merdeka tanpa teknologi militer canggih.

Selain mensyukuri kehebatan Indonesia dalam proses pembentukannya, para peserta juga diharap dapat mengoptimalkan nilai-nilai Pancasila agar dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki cita-cita tinggi serta dapat menjadi ahli dalam bidangnya masing-masing. “Mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa FDK UIN Sunan Kalijaga pasti akan mampu meneruskan cita-cita kemerdekaan, selama merawat spritualitas, rajin sholat, memiliki kesabaran dalam mewujudkan cita-cita", imbuhnya.