Kreatif Mengelola Sampah: Meraih Profit, Merengkuh Benefit

Erwan Widyarto, ketua Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) atau Bank Sampah “Griya Sapu Lidi” menyampaikan cara kreatif mengelola sampah di depan 113 orang calon wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada acara Pelepasan Wisudawan Periode I TA. 2018/2019, 13 November 2018. Menurut Erwan, ada tiga cara kreatif mengelola sampah, yaitu Membentuk Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM), Usaha Daur Ulang, dan Atraksi Wisata.

Peluang kreativitas pertama yaitu Membentuk Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Bisa dalam bentuk Bank Sampah, TPS 3R yaitu Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (mengurangi - menggunakan - daur ulang), Sedekah Sampah, Koperasi Sampah dan Asuransi Sampah.

Peluang kreativitas kedua yaitu Usaha Daur Ulang. Usaha daur ulang ini bisa berupa mengolah sampah khusus bungkus refill dan sachet, khusus mengolah kertas semen, khusus mengolah kertas koran, atau khusus mengolah plastik kresek. Sampah tersebut bisa dibuat berbagai produk baru seperti tas, bunga, amplop, taplak meja, tempat pensil, patung dan gelang.

Peluang kreativitas ketiga yaitu Atraksi Wisata. Atraksi wisata yang dimaksud adalah Atraksi wisata Edukasi Pengelolaan Sampah, karena pengelolaan sampah yang benar, mutlak diketahui oleh masyarakat. Pengelolaan sampah yang benar sesuai UU serta “ramah lingkungan” harus terus disebarluaskan. Sedangkan inti pengelolaan sampah adalah PEMILAHAN. Proses PEMILAHAN yang dilakukan inilah bisa dikemas sebagai Atraksi Wisata.

Sementara itu Wakil Dekan III, Dr. Abdur Rozaki, M.Si membekali calon alumni FDK tentang pentingnya Membangun Kembali Keberagamaan dengan Pendekatan Integrasi dan Interkoneksi. Alumni FDK harus mengembangkan keislaman dan keindonesiaan saling menyatu dalam bahasa hubbul wathon minal iman untuk memperkuat NKRI. Selain itu, alumni FDK juga harus mengembangkan Islam moderat; Islam Nusantara yang berkemajuan sebagai entitas kultural dan politik dalam mengembangkan keberagamaan dan kebangsaan yang modern. (Euis)

Berita Terkait