Mahasiswa FDK Menjadi Best Speaker Dan Juara 2 Lomba Debat Bidang Ekonomi Tingkat Jawa Tengah – DIY

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga berhasil menorehkan prestasi sebagai Best Speaker dan Juara 2 Lomba Debat Tingkat Jawa tengah – DIY dengan Tema " Dinamika Ekonomi dan Aktualisasi Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas" yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Sabtu (16/7) kemarin.

Modhofir Yusuf Saifulloh mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Choirul Muna mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Teguh Prasetyo Nur Sahid mahasiswa Prodi Bimbingan Koseling Islam (BKI) adalah debaters dari Tim UIN Suka A Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Mereka berhasil menyisihkan 8 tim debaters dari berbagai kampus di JawaTengah dan DIY. Sementara Nur Fadhilah Andini Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebagai Best Speaker dari Tim UIN Suka B Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Choirul Muna menjelaskan lomba debat menggunakan Asian Parliamentary System. Pada babak penyisihan kami berada di tim kontra dengan mosi "Penggunaan Digital Payment Dalam E-Commerce Pada Masyarakat" melawan STIE Pelita Nusantara Semarang. Selanjutnya pada semifinal menjadi tim pro dengan mosi "Persoalan Isu Naiknya PPN 11% Dan Imbasnya Bagi Masyarakat Serta Pengusaha." Dan di final melawan Universitas Tidar menjadi tim kontra dengan mosi "Ekonomi Kreatif/Umkm Faktor Utama Dalam Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi" dan akhirnya Perjalanan Tim UIN Suka A berjaya dengan memperoleh Juara 2.

“ Lomba debat di Unimma yang saya rasakan ini cukup ketat terutama waktu semifinal kami berhadapan dengan tim UIN SUKA B. Mereka dari mahasiswa yang sering mengikuti kejuaraan debat sehingga ketika berhadapan dengan tim kami menjadi cukup tegang” kata Muna.

Muna menambahkan terkait persiapan lomba kami memang terbatas dikarenakan ditengah kesibukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sehingga sulit mencari waktu luang untuk mempersiapkan materi yang dibutuhkan dan latihan berargumentasi. Meskipun mempelajari keilmuan lain dibidang ekonomi, dilomba debat ini untuk mengasah serta mempertajam daya berpikir kritis maupun penyampaian pendapat dengan bijak. “kami memang harus belajar untuk mempelajari keilmuan lain selain, termasuk dibidang ekonomi ini. Sehingga dengan banyak wawasan yang kami miliki harapannya kedepan kami mampu untuk menyelami dunia kerja baik dari berbagai lini”, ucap Muna.

Hal senada diucapkanModhofir Yusuf Saifulloh bahwasangat bersyukur atas pencapaian saya sampai titik ini, dengan persiapan yang bisa dibilang sangat terbatas karena kesibukan KKN, saya dan tim dapat berjuang secara maksimal dan membawa nama FDK UIN sunan Kalijaga di babak final.

Mudhofir berpesanteman-teman jangan terlalu nyaman pada zona nyaman.Untuk maju perlu action dan keluar pada zona nyaman kalian, karena kalian akan menemukan hal-hal baru yang belum pernah didapat. Tentang sebuah pencapaian, ingat semua butuh prosess tidak ada yang instant. "Jadi mulai hari ini ayo sama sama kita berproses kearah yang lebih baik lagi". tegas Mudhofir.

Ketua Program Studi Pengembangan masyarakat Islam Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si. mengatakan mengapresiasi dengan prestasi yang diraih oleh Tim debaters UIN Suka dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Choirul Muna bersama teman-temannya. Semoga prestasi ini bisa ditularkan kepada mahasiswa lain untuk tetap berprestasi. “Meski sekarang perkulihan reguler libur mahasiswa bisa memanfaatkan waktunya untuk mengembangkan potensi diri dalam mengukir prestasi” kata Aminah.

Aminah mendorong kepada mahasiswanya untuk mengukir prestasi dengan adanya program out bond bagi mahasiswa baru. Ada waktu khusus bagi mahasiswa yang pernah meraih prestasi untuk sharing ke mahasiswa baru bagaiman cara mencapai prestasi di luar kampus dengan potensi yang dimiliki mahasisa itu sendiri.”Apalagi era Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini, lebih terbuka untuk mahasiswa belajar di luar kampus sesuai minat bakat dan kompetensinya.” Tutur Aminah. (Khabib)

Liputan Terpopuler