DEMA F Dakwah dan Komunikasi Bersama MPR RI Mengajak Generasi Millenial Membumikan Pancasila

Acara Sosialisasi Empat Pilar MPR bekerja sama dengan DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) di gedung Prof. Soenarjo (Convention Hall Lantai 1, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dibuka, Kamis (6/12/2018).
Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadiri oleh Anggota MPR, Drs. H. Abdul Rahmi. Selain itu hadir pula Wakil Rektor Bidang Kelembagaan dan Kerjasama, Dr. H. Waryono, M. Ag. sekaligus menjadi narasumber dalam acara tersebut. Selain kedua narasumber tersebut hadir juga Wakil Dekan Bidang Kelembagaan dan kerjasama, Dr. Abdur Rozaki S.Ag., M.Si. Sekaligus hadir pula Akademisi dan Aktivis Muda NU, Nanag Mizwar Hasyim, S.sos., M.Si.
Kegiatan ini mengambil tema Empat Pilar Kebangsaan di Mata Generasi Millennial. “Kami berharap sosialisasi ini tidak sekedar memberikan pendidikan, tapi lebih menginternalisasikan dan menginterprestasikan nilai-nilai kebangsaan,” kata Ketua DEMA FDK, Moh Ainun Najib Kamis (6/12/2018) siang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa-mahasiwa UIN Suka. “Saya yakin betul, acara ini dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa UIN Suka, Mari kita sama-sama mempertahankan NKRI harga mati,” Katanya yang mendapatkan respon positif dari peserta. Dalam kegiatan ini orkes musik dangdut New Kamaru juga ikut andil dalam memeriahkan acara tersebut dengan lagu-lagu andalan mereka.
Dalam kegiatan ini, Anggota MPR, Abdul Rahmi membahas mengenai internalisasi dan menginterprestasikan nilai-nilai empat pilar dikalangan generasi millennial. Dalam pidato pembukaannya, Abdul Rahmi mengatakan empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan pada seluruh generasi bangsa Indonesia. “Saya selaku Anggota MPR lembaga tertinggi Indonesia, mengajak semua generasi muda menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan untuk melanjutkan kepemimpinan nasional,” tegasnya. Hal tersebut karena banyak kepentingan bangsa lain terhadap Indonesia di Era Globalisasi ini yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita. Apabila masyarakat memahami dan menanamkan empat pilar kebangsaan dengan baik, maka Indonesia akan menjadi bangsa produktif. Indonesia menurutnya kaya akan sumberdaya alam dan memiliki bonus demografi.