Berkenalan dengan Modhofir Yusuf, Juara 1 Duta Kampus 2022

Melalui ajang tahunan Penobatan Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga yang sukses digelar di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah (Multipurpose) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (21/10/22), nama Modhofir Yusuf Saifulloh semakin dikenal di lingkungan UIN Sunan Kalijaga pada khususnya. Pria kelahiran Ponorogo, 13 Maret 2000 ini merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang tergabung dalam 10 pasang finalis Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) dan berkesempatan mengikuti karantina.

Ia berhasil dinobatkan sebagai Duta Kampus UIN Sunan Kalijaga 2022 pada malam puncak Grand Final dan Penobatan Duta Kampus 2022 yang bertajuk “Menjembatani Inklusivitas Mengembangkan Kreativitas”. Duta Kampus adalah ikon atau representasi wajah kampus di mata umum. Duta kampus juga memiliki tugas salah satunya sebagai promotor dan melakukan branding kampus baik di internal kampus maupun di eksternal. Sehingga harapannya dengan adanya branding yang bagus, citra positif UIN Sunan Kalijaga di masyarakat semakin meningkat dan mendapatkan atensi yang lebih dari masyarakat.

Sebelum dinyatakan sebagai Juara 1 Putra, Yusuf panggilan akrabnya, menceritakan ketika menjadi 10 pasang finalis, para calon Duta Kampus harus mengikuti berbagai rangkaian seleksi. Tahap pertama adalah seleksi berkas, selanjutnya pengumuman yang lolos seleksi berkas. Setelah itu tahapan tes wawancara bersama dengan Alumni Duta Kampus serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Abdur Rozaki, M.Si.

“Awalnya saya ragu antara ikut mendaftar atau tidak, karena saya sudah semester 7 dan sedang fokus menyelesaikan skripsi, tapi saya selalu memiliki prinsip bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali dan ketika ada kesempatan yang datang maka baiknya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tidak menyangka ternyata saya berhasil lolos,” ujar Yusuf yang hobi menulis ini.

Ia menambahkan, setelah dinyatakan lolos, para finalis akhirnya menjalani karantina selama tiga hari. Karantina ini meliputi pembekalan wawasan tentang seputar UIN Sunan Kalijaga, Public Speaking, Table Manner, Cat Walk, Character Building, dan lain-lain, dengan pemateri yang sangat kompeten di bidangnya. Setelah karantina selesai para finalis wajib menampilkan bakatnya, yang bertujuan untuk mencari pemenang atribut Duta Berbakat.

“Kegiatan Pemilihan Duta Kampus ini sangat padat dan menguras energi, karantina dimulai dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore, belum lagi kita ada pasca karantina dimana kegiatannya full opening dance dan gladi untuk malam Grand Final. Materi yang banyak membuat kita terkadang lelah dan capek, namun ketika rasa lelah itu muncul biasanya kita saling menyemangati satu sama lain,” jelas penyuka soto ayam ini.

Dengan keyakinan kemampuan bahasa Inggris dan public speakingnya, Yusuf yang juga tergabung dalam PIKM Lingkar Seroja ini berhasil menyingkirkan semua finalis pada malam penobatan.

“Saya sangat tidak menyangka dan tentunya sangat bersyukur. Jujur ketika pemanggilan 5 besar sampai 3 besar saya sudah merasa minder karena kebanyakan teman-teman saya adalah lulusan pondok modern yang lancar berbahasa Inggris dan Arab. Namun, saya berusaha untuk menampilkan yang terbaik dan semaksimal yang saya bisa, qodarullah saya dipercaya dan diberi amanah untuk menjadi juara 1,” lanjutnya.

Selama kuliah di UIN Sunan Kalijaga, sederet prestasi lainnya juga pernah disabet oleh pria yang berdomisili di Sleman, Yogyakarta ini, yaitu :

  1. Juara 1 Lomba Debat Nasional di UIN Walisongo;
  2. Juara 3 Lomba Debat Nasional di Universitas Negeri Jember;
  3. Best Speaker Debat Nasional di Universitas Negeri Jember;
  4. Juara 1 Lomba Orasi Nasional di Universitas Muhammadiyah Purworejo;
  5. Juara 1 Lomba Orasi Nasional di IAIN Ponorogo;
  6. Juara 1 Lomba Orasi Se Provinsi DIY di Universitas Janabadra;
  7. Juara 1 Lomba Esai Hukum Tingkat Nasional di IAIN Ponorogo;
  8. Juara 1 Lomba Esai Nasional di Universitas Muhammadiyah Purworejo;
  9. Juara 2 Lomba Essai Nasional di IAIN Ponorogo;
  10. Juara 2 Lomba Debat se Jateng-DIY di Universitas Muhammadiyah Magelang;
  11. Juara 2 Lomba Reporter Nasional di Universitas Medan Area;
  12. Juara 3 LKTI Nasional di UIN Mataram;
  13. Juara 3 Lomba Debat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus diadakan dan bisa ditingkatkan karena ini adalah salah satu ajang bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan kreatifitas dan sebagai wadah mahasiswa dalam melakukan branding kampus lebih baik lagi.

Modhofir Yusuf juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak mudah menyerah dan tidak terlena dengan adanya kemudahan teknologi yang ada dan jangan sampai melewatkan kesempatan yang datang di depan mata, karena kesempatan tidak selalu akan datang dua kali, maka maksimalkan kesempatan yang ada. (Nurul)

Liputan Terpopuler